Intan Permatasari
13.06.1.0007
Akuntansi A
Audit Manajemen
1.
Apa yang dimaksud dengan audit
pemasaran?
Audit pemasaran adalah
pengujian yang komprehensif, sistematis, independen, dan dilakukan secara
periodik terhadap lingkungan pemasaran, tujuan, strategi, dan aktivitas
perusahaan atau unit bisnis, untuk menentukan peluang dan area permasalahan
yang terjadi, serta merekomendasikan rencana tindakan untuk meningkatkan
kinerja pemasaran perusahaan.
2.
Apa tujuan dan manfaat audit pemasaran?
Tujuan audit pemasaran :
1.
untuk
mengidentifikasi ancaman ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan
2.
merencanakan
perbaikan yang diperlukan untuk mengeleminasi ancaman tersebut.
manfaat audit ini, hasil audit dapat memberikan gambaran
yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang
terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan.
Rekomendasi yang diberikan auditor dapat menjadi alternatif solusi atas
kekurangan yang terjadi sehingga perbaikan perbaikan yang diperlukan segera
dapat dilakukan.
3.
Apa saja yang menjadi dasar pertimbangan
dalam pemilihan auditor yang akan melaksanakan audit pemasaran? Sebutkan dan
jelaskan.
Pada dasarnya pelaksana audit pemasaran bisa berasal
dari dalam perusahaan (suatu tim yang dibentuk, biasanya terdiri atas beberapa
pejabat yang berasal dari bagian di luar wilayah yang diaudit) atau juga
berasal dari luar perusahaan (konsultan atau akuntan eksternal). Kedua kelompok
pelasana audit ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Audit yang
dilaksanakan oleh pihak internal biasanya kurang independen sehingga hasil
auditnya kadang kadang dianggap kurang objektif. Tetapi dibalik kelemahan
tersebut, audit yang dilakukan pihak internal relative lebih murah dari segi
biaya. Penyebabnya antara lain waktu audit yang cenderung lebih singkat karena
pelaksana audit sudah memiliki gambaran yang lengkap terhadap objek auditnya
dan komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam audit dapat berjalan
dengan lebih lancer. Sementara, jika audit dilakukan oleh pihak eksternal, dari
segi objektivitasdan independensi cukup mendapat pengakuan dari berbagai
komponen pengguna hasil audit, karena auditor tidak memiliki kepentingan lain
dari tugas audit . Akan tetapi audit oleh kelompok ini cenderung membutuhkan
biaya yang cukup besar. Oleh karena audit harus dilakukan secara independen,
maka audit sebaiknya dilakukan oleh pihak eksternal yang memiliki objektivitas
dan independensi yang diperlukan , pengalaman luas dalam berbagai industri,
serta perhatian dan waktu yang penuh untuk melakukan audit.
4.
Sebutkan dan jelaskan jenis audit
pemasaran.
a.
Audit fungsional
(vertikal), merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa aktivitas
dari departemen pemasaran seperti
periklanan atau penjualan dan membuat analisis terhadap bagian bagian yang di
audit tersebut.
b.
Audit menyeluruh
(horizontal), yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi pemasaran
perusahaan. Dalam pelaksanaannya, audit pemasaran kebanyakan merupakan campuran
dari kedua tipe audit tersebut.
5.
Apa saja ruang lingkup audit pemasaran?
a)
Audit lingkungan pemasaran
Audit terhadap lingkungan pemasaran
mencakup penilaian terhadap pelanggan, pesaing, dan berbagai faktor lain yang
memiliki pengaruh terhadap perusahaan. Audit ini meliputi aspek lingkungan
makro seperti ekonomi, teknologi, sosial, dan politik.
b)
Audit strategi pemasaran
Audit ini bertujuan untuk menentukan
bahwa perusahaan telah menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya,
sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan
strategi perusahaan tidak secara jelas dinyatakan dan kemudian auditor harus
menentukan pernyataan tujuan untuk kepentingan pengevaluasiannya.
c)
Audit organisasi pemasaran
Audit ini menilai kemampuan organisasi
pemasaran dalam mencapai tujuan perusahaan. Audit ini menentukan kemampuan tim
pemasaran untuk secara efektif berinteraksi dengan bagian-bagian lain seperti
litbang, keuangan, pembelian, dan sebagainya.
d)
Audit sistem pemasaran
Audit ini menganalisis prosedur yang
digunakan perusahaan untuk memperoleh informasi perencanaan dan pengendalian
operasi pemasaran. Hal ini berhubungan dengan penilaian apakah perusahaan telah
memiliki metode yang memadai atau tidak, untuk digunakan mengerjakan
tugas-tugas rutin di bidang pemasaran.
e)
Audit produktivitas pemasaran
Audit ini menganalisis produktivitas dan
profitabilitas produk, kelompok pelanggan, atau unit analisis yang lain didalam
pemasaran. Analisis biaya pemasaran adalah salah satu metode untuk menganalisis
profitabilitas dan produktivitas pemasaran.
f)
Audit fungsi pemasaran
Audit ini merupakan audit vertikal atau
analisis secara mendalam terhadap setiap elemen bauran pemasaran seperti
produk, harga, distribusi, tenaga penjualan, periklanan, promosi, dan
lain-lain.
6.
Bagaimana lingkungan pemasaran
memengaruhi keputusan upaya pemasaran?
Perusahaan harus
melakukan analisis terhadap lingkungan pemasarannya untuk menentukan berbagai
ancaman yang mungkin dihadapi dan beberapa
peluang yang mungkin untuk dikelola. Disamping itu perusahaan juga harus
melakukan analisis terhadap kekuatan dan kelemahannya. Hasil analisis pemasaran
ini merupakan informasi penting yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan pada fungsi perencanaan pemasaran, implementasi pemasaran, dan
pengendalian pemasaran.
7.
Bagaimana audit terhadap strategi
pemasaran dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan keakuratan strategi
pemasarannya?
Audit terhadap strategi
pemasaran bertujuan untuk menentukan
bahwa perusahaan telah menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya,
sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan strategi
perusahaan tidak secara jelas dinyatakan dan kemudian Auditor harus menentukan
pernyataan tujuan untuk kepentingan pengevaluasiannya.
Pertama sistem informasi pemasaran
berinteraksi dengan manajer pemasaran untuk menilai kebutuhan informasi oleh
manajer pemasaran, selanjutnya sistem informasi ini mengembangkan informasi
yang dibutuhkan dari berbagai sumber informasi (catatan internal, intelijen
pemasaran, dan riset pemasaran). Analisis informasi memproses informasi kepada
manajer pemasaran secara akurat dan tepat waktu untuk membantu mereka dalam
melaksanakan fungsi manajerialnya. Sistem informasi pemasaran dirancang untuk
menghubungkan kebutuhan manajemen terhadap informasi berbagai aktivitas
pemasaran yang telah dilakukan dan memenuhi informasi tersebut dalam
menjalankan fungsi manajerialnya. Diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan
manajemen terhadap berbagai informasi sebagai dasar pengambilan keputusannya,
sistem informasi pemasaran mengelola sumber informasi oleh manajemen dapat
terpenuhi secara akurat dan tepat waktu. Identifikasi ini sangat penting karena
tidak semua manajer mengetahui tentang informasi yang dibutuhkannya.
9.
Apa yang mendorong manajemen untuk
melakukan audit pemasaran?
Untuk mengidentifikasi
ancaman ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan dan merencanakan perbaikan
yang diperlukan untuk mengeleminasi ancaman tersebut. Hasil audit dapat
memberikan gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan
berbagai kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih
memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang diberikan auditor dapat menjadi
alternatif solusi atas kekurangan yang terjadi sehingga perbaikan perbaikan
yang diperlukan segera dapat dilakukan.
10. Dalam melakukan audit atas fungsi pemasaran
perubahan, auditor melakukan review dan pengujian terhadap sistem pengendalian
manajemen perusahaan. Informasi apa yang digali auditor dalam pengujian dan
review tersebut?
Informasi yang digali
auditor dalam pengujian dan review,
·
Apakah
departemen perusahaan memiliki pernyataan tujuan secara tertulis?
·
Apakah pemasaran
perusahaan menyesuaikan tujuan dengan perubahan kondisi?
·
Apakah
perusahaan memiliki rencana bisnis actual untuk dibandingkan nantinya dengan
hasil yang dicapai?
·
Apakah upaya
pemasaran perusahaan didukung oleh SDM yang memadai?
·
Apakah
perusahaan telah menyusun upaya pemasarannya secara sistematis?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar