Rabu, 07 Desember 2016

Makalah Konsep Dasar Audit Manajemen


KONSEP DASAR AUDIT MANAJEMEN

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Manajemen Audit

 

Dosen: Yogi Ginanjar, SE.

 

lambang.jpg

 

 

 

 

 

 

 

Disusum oleh:

Rifqi Nur Hayatun Nisa          13.06.1.0015

Yani Ernawati                         13.06.1.0023

Akuntansi A

 

 

 

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MAJALENGKA

 

KATA PENGANTAR

 

           Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan petunjuk dan kemudahan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan Makalah Konsep Dasar Audit Manajemen.

            Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu,kami megharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna perbaikan dan penyempurnaan penulisan makalah berikutnya.

          Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pemerhati pendidikan pada umumnya, Serta merupakan wujud sebuah pengabdian kami kepada Allah SWT.

 

 

                                                                                    Majalengka, Oktober 2016

 

 

     Penyusun


 

DAFTAR ISI

         

KATA PENGANTAR................................................................................... i   

DAFTAR ISI................................................................................................... ii

BAB I    PENDAHULUAN........................................................................... 1

1.1.      Latar Belakang......................................................................... 1

1.2.      Rumusan Masalah..................................................................... 2

1.3.      Tujuan....................................................................................... 2

BAB II  PEMBAHASAN.............................................................................. 4       

2.1         Konsep dan Definisi................................................................. 4

2.2         Tujuan Audit Manajemen......................................................... 5

2.3         Ruang Lingkup dan Tujuan Audit............................................ 6

2.4         Prinsip Dasar Audit................................................................... 8

2.5         Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan................. 9

2.6         Tahap-Tahap Audit................................................................... 10

2.7         Memahami Permasalahan Secara Dini...................................... 12

2.8         Ekonomisasi Efisiensi Efektivitas............................................. 13

2.9         Ruang Lingkup Audit Manajemen........................................... 15

2.9.1 Audit Manajemen Pada Fungsi Pemasaran...................... 15

2.9.2 Audit Manajemen Pada Fungsi Produksi dan Operasi.... 16

2.9.3 Audit Manajemen Pada Fungsi Sumber Daya Manusia.. 16

2.9.4 Audit Manajemen Pada Fungsi Sistem Informasi........... 17

2.10     Audit Manajemen Lingkungan................................................. 18

2.11     Audit Sistem Manajemen Kualitas........................................... 18

2.12     Audit Manajemen Bidang Perpajakan...................................... 19

BAB III PENUTUP....................................................................................... 20

3.1.   Kesimpulan............................................................................... 20

3.2.   Saran......................................................................................... 21

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 22

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar belakang

Dalam menyelenggarakan kegiatan berbagai usaha, salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan adalah bagaimana untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi perusahaan. Tantangan ini selalu ada karena manajemen perusahaan memerlukan sumber daya untuk mencapai tujuan perusahaan, tetapi manajemen harus menghadapi situasi kelangkaan sumber daya.

Oleh karena itu, perusahaan harus membuat perencanaan yang tepat dalam mengalokasikan sumber daya yang dimiliki dalam mendukung operasional yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Perencanaan yang dibuat mencakup batas-batas operasional yang akan dilakukan, baik luasnya cakupan operasi (volume produksi, promosi, pelayanan pelanggan, dan sebagainya), maupun konsumsi sumber daya (perolehan kapasitas produksi, pembayaran kepada pemasok dan karyawan, serta penyelesaian kewajiban jangka pendek lainnya).

Perencanaan yang disusun secara tepat dapat memberikan arahan berjalannya operasi yang efisien dan efektif mampu mencapai tujuan perusahaan. Hal ini yang mendorong perlu adanya audit manajemen untuk mendukung jalannya suatu usaha.

Audit manajemen adalah pengevaluasian terhadap efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan berupa suatu rancangan sistematis untuk mengaudit aktivitas, program yang digunakan keseluruhan atau sebagian dari entitas untuk menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan secara efisien dan apakah tujuan dari program dan aktivitas yang telah direncanakan telah dicapai dan tidak melanggar ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan.

Audit manajemen digunakan untuk memastikan seberapa baik manajemen, baik dalam hubungan eksternalnya dengan pihak luar maupun efisiensi internalnya. Pemeriksaan dilakukan terhadap smoothness organisasi, mulai dari level teratas sampai level terbawah. Dengan demikian, hampir setiap aspek manajemen diperiksa, dan rekomendasi yang ditawarkan diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan profitabilitas Salah satu yang mendukung audit manajemen adalah konsep dasar, untuk itu penyusun membahas tentang konsep dasar audit manajemen.

 

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dapat di uraikan sebagai berikut :

1.      Apa Konsep dan Definisi Audit Manajemen?

2.      Bagaimana Tujuan Audit Manajemen?

3.      Bagaimana Ruang Lingkup dan Tujuan Audit?

4.      Apa Prinsip Dasar Audit?

5.      Apa Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan?

6.      Bagaimana Tahap-Tahap Audit?

7.      Bagaimana Memahami Permasalahan Secara Dini Audit Manajemen?

8.      Apa Ekonomisasi Efisiensi Efektivitas dari Audit Manajemen?

9.      Bagaimana Ruang Lingkup Audit Manajemen?

10.  Bagaimana Manajemen Lingkungan?

11.  Bagaimana Audit Sistem Manajemen Kualitas?

12.  Bagaimana Audit Manajemen Bidang Perpajakan?

 

1.3 Tujuan

1.      Untuk mengetahui Konsep dan Definisi Audit Manajemen.

2.      Untuk mengetahui Tujuan Audit Manajemen.

3.      Untuk mengetahui Ruang Lingkup dan Tujuan Audit.

4.      Untuk mengetahui Prinsip Dasar Audit.

5.      Untuk mengetahui Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan.

6.      Untuk mengetahui Tahap-Tahap Audit.

7.      Untuk mengetahui Memahami Permasalahan Secara Dini Audit Manajemen.

8.      Untuk mengetahui Ekonomisasi Efisiensi Efektivitas dari Audit Manajemen.

9.      Untuk mengetahui Ruang Lingkup Audit Manajemen.

10.  Untuk mengetahui Manajemen Lingkungan.

11.  Untuk mengetahui Audit Sistem Manajemen Kualitas.

12.  Untuk mengetahui Audit Manajemen Bidang Perpajakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1       Konsep dan Definisi

Audit manajemen (management audit) adalah pengevaluasian terhadap efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan. Audit manajemen dirancang secara sistematis  untuk mengaudit aktivitas, program-program yang diselenggarakan, atau sebagian dari entitas yang bisa diaudit  untuk menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan secara efisien, serta apakah tujuan dari program dan aktivitas yang telah direncanakan dapat tercapai dan tidak melanggar ketentuan aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.

Menurut Sukrisno Agoes dan Jan Hoesada (2009:46) menyatakan bahwa management audit adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan  operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan oleh manajemen untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien, dan ekonomis.

Berbagai jenis audit dilakukan untuk memastikan bahwa proses operasi di dalam perusahaan telah berjalan sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku serta pengelolaan terhadap sumber daya dalam proses tersebut berjalan secara efektif dan efisien.

Dari definisi yang dikumpulkan maka diperoleh beberapa karakteristik pemeriksaan manajemen yaitu :

a)    Memberikan informasi tentang efektifitas, efisiensi dan ekonomisasi operasional perusahaan kepada manajemen.

b)   Penilaian efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi didasarkan pada standar-standar tertentu.

c)    Audit diarahkan kepada operasional sebagian atau seluruh struktur organisasi.

d)     Hasil audit manajemen berupa rekomendasi perbaikan kepada manajemen.

 

2.2       Tujuan Audit Manajemen

Tujuan dari audit manajemen adalah:

1.      Penilaian atas pengendalian

Berhubungan dengan pengendalian administrasi (administrative control) pada suatu perusahaan, yang bertujuan untuk menentukan apakah pengendalian yang ada telah memadai dan terbukti efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.

2.      Penilaian atas pelaksanaan 

Auditor mengumpulkan informasi untuk menentukan apakah kegiatan perusahaan telah berjalan secara efektif dan efisien.

3.      Memberikan bantuan kepada manajemen 

Dengan jalan memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan oleh perusahaan. Dan sebagai seorang auditor untuk membantu manajemen harus memahami dahulu prinsip-prinsip manajemen yang diterapkan dan fungsi-fungsi manajemen, yaitu planning, organizing, staffing, leading, dan controlling.

Audit operasional bertujuan untuk menghasilkan perbaikan dalam pengelolaan aktivitas objek yang diperiksa dengan membuat saran-saran tentang cara-cara pelaksanaan yang lebih hemat, lebih efisien, dan lebih efektif. Hal tersebut dilakukan dengan menilai ketaatan pada ketentuan yang berlaku, efisiensi, dan efektivitas objek yang diperiksa dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan aktivitas.

Tipe Audit
Pelaksaan Audit
 Tujuan Audit
Penerimaan Laporan
Audit Laporan Keuangan
Auditor eksternal
Menentukan apakah laporan keuangan auditee telah disusun sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum
Pihak ketiga (investor dan kreditor)
Audit Kepatuhan
Auditor eksternal atau auditor internal
Menentukan tingkat kepatuhan suatu entitas terhadap hukum, peraturan, kebijakan, rencana dan prosedur
Manajemen entitas yang bersangkutan, pemerintah
Audit Internal
Auditor internal
·         Menilai keandalan laporan keuangan
·         Menentukan tingkat kepatuhan suatu entitas terhadap hukum, peraturan, kebijakan, rencana, dan prosedur
·         Menilai pengendalian internal organisasi
·         Menilai efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya
·         Program peninjauan terhadap konsistensi hasil dengan tujuan organisasi
Manajemen dari entitas yang bersangkutan
Audit Operasional (Manajemen)
Auditor eksternal atau auditor internal
Menilai efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya
Manajemen dari entitas yang bersangkutan

 

2.3       Ruang Lingkup dan Tujuan Audit

Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen. Ruang lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup bagian tertentu dari program/aktivitas yang dilakukan. Periode audit juga bervariasi, bisa untuk jangka waktu satu minggu, beberapa bulan, satu tahun bahkan untuk beberapa tahun, sesuai  dengan tujuan yang  ingin dicapai.

Tujuan atau sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan, aktivitas, program, dan bidang-bidang dalam perusahaan yang diketahui atau diidentifikasi masih memerlukan perbaikan/peningkatan, baik dari segi ekonomis, efisiensi, dan efektivitas.

Ada 3 (tiga) elemen pokok dalam tujuan audit :

1.    Kriteria (criteria)

Kriteria merupakan standar (pedoman, norma) bagi setiap individu/kelompok di dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.

2.    Penyebab (cause)

Penyebab merupakan tindakan (aktivitas) yang dilakukan oleh setiap individu/kelompok di dalam perusahaan. Penyebab dapat bersifat positif, program/aktivitas berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi, atau sebaliknnya bersifat negatif, prgram/aktivitas berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih rendah dari standar yang telah ditetapkan.

3.    Akibat (effect)

Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan kriteria yang berhubungan dengan penyebab tersebut. Akibat negatif menunjukkan program/aktivitas berjalan dengan tingkat pencapaian yang lebih rendah dari kriteria yang ditetapkan. Sedangkan akibat positif menunjukkan bahwa program/aktivitas telah terselenggara secara bak dengan tingkat pencapaian yang lebih tinggi dari kriteria yang ditetapkan.

 

2.4       Prinsip Dasar Audit

Beberapa yang menjadi prinsip dasar dalam audit ialah:

1)        Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk diperbaiki

2)      Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit

3)      Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuantemuan yang bersifat positif

4)      Identifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi

5)      Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggungjawab

6)      Pelanggaran hukum

7)      Penyelidikan dan pencegahan kecurangan

 

2.5       Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan

 
 
AUDIT MANAJEMEN
AUDIT KEUANGAN
1.
Karakterstik
Menemukan penyebab kelemahan, menganalisis akibat, menenttukan perbaikan    program/aktivitas perusahaan.
Audit data akuntansi, proses pencatatan dan laporan akuntansi
2.
Keluasan audit
Keseluruhan aspek manajemen baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif
Cenderung ke aspek data keuangan (finansial)
3.
Tujuan Audit
Menemukan berbagai kelemahan dalam operasional perusahaan selanjutnya dilakukan perbaikan → penghematan, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan perusahaan.
Mendapatkan keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan telah sesuai dengan PABU (GAAP) →lap. Dapat digunakan  untuk pemakai laporan keuangan
4.
Ruang Lingkup 
Keseluruhan fungsi manajemen dan unit terkait, mencapai seluruh aktivitas/program. Keluasan audit bergantung pada pengendalian manajemen perusahaan.
Data akuntansi dan proses penyajian laporan yang disajikan manajemen. Keluasan audit bergantung pada efektivitas pengendalian internal perusahaan.
5.
Dasar Yuridis 
Berdasar kepedulian manajemen untuk memperbaiki program.
Keharusan menyampailan laporan keuangan yang telah diaudit (akuntan publik).
6.
Pelaksana audit
Audit Internal maupun eksternal → objektivitasnya
Audit independen (Audit eksternal). →  objektivitas
7.
Frekuensi Audit
Tidak ada ketentuan → kepedulian manajemen mencapai efektivitas dan efisien program.
Bersifat reguler, rutin → penerbitan LK
8.
Orientasi hasil Audit
Audit → perbaikan kinerja masa datang → anticipatory audit
Audit → Data keuangan yang bersifat historis→penilaian kinerja masa lalu
9.
Bentuk laporan
Komrehensip: kesimpulan audit, kesimpulan penting →rekomendasi →  belum ada standar baku → laporan tergantung dari kemampuan auditor
Memiliki standar baku →Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) → laporan bentuk pendek yang menyertai laporan keuangan hasil audit
10.
Pengguna laporan
Pihak internal
Pihak ekstern →pemegang saham, investor potensial, kreditor, pemerintah

 

2.6       Tahap-Tahap Audit

Menurut IBK Bayangkara (2008:9) secara garis besar tahapan-tahapan  audit  manajemen dapat dikelompokkan menjadi lima yaitu :

1)   Audit Pendahuluan

Audit  pendahuluan  dilakukan  untuk  mendapatkan informasi  latar  belakang  terhadap  objek  audit.  Pada  audit  ini juga  dilakukan  penelaahan  terhadap  berbagai  peraturan, ketentuan,  dan  kebijakan  berkaitan  dengan  aktivitas  yang diaudit,  serta  menganalisis  berbagai  informasi  yang  telah diperoleh  untuk  mengidentifikasi  hal-hal  yang  potensial mengandung  kelemahan  pada  perusahaan  yang  diaudit.  Dari informasi  latar  belakang  ini,  auditor  dapat  menentukan  tujuan audit sementara.

2)   Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen

Pada tahap ini auditor melakukan review dan pengujian terhadap  pengendalian  manajemen  objek  audit,  dengan  tujuan untuk  menilai  efektivitas pengendalian manajemen dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Dari hasil pengujian ini, auditor dapat memahami  pengendalian yang berlaku pada objek audit sehingga dengan lebih  mudah dapat diketahui potensi-potensi terjadinya kelemahan pada berbagai aktivitas yang dilakukan. Jika dihubungkan dengan tujuan audit sementara yang telah dibuat pada audit pendahuluan, hasil pengujian pengendalian manajemen ini dapat mendukung tujuan audit sementara tersebut menjadi tujuan audit yang sesungguhnya (definitiv audit objective), atau mungkin ada beberapa tujuan audit sementara  yang gugur, karena tidak cukup (sulit memperoleh) bukti-bukti untuk mendukung tujuan audit tersebut.

3)   Audit Terinci

Pada  tahap  ini  auditor  melakukan  pengumpulan  bukti yang cukup dan kompeten untuk mendukung tujuan audit yang telah ditentukan. Pada tahap ini juga dilakukan pengembangan temuan untuk mencari  keterkaitan  antara  satu  temuan dengan temuan yang lain dalam menguji permasalahan yang berkaitan dengan  tujuan  audit.  Temuan  yang  cukup,  relevan,  dan kompeten  dalam  tahap  ini  disajikan  dalam  suatu  kertas  kerja audit  (KKA)  untuk  mendukung  kesimpulan  audit  yang  dibuat dan rekomendasi yang diberikan.

4)   Pelaporan

Tahapan ini bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil audit  termasuk  rekomendasi yang diberikan kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Hal ini penting untuk meyakinkan pihak  manajemen  (objek  audit)  tentang keabsahan hasil audit dan  mendorong pihak-pihak yang berwenang untuk melakukan perbaikan  terhadap  berbagai  kelemahan  yang  ditemukan.

Laporan  disajikan  dalam  bentuk  komprehensif  (menyajikan temuan-temuan  penting  hasil  audit  untuk  mendukung kesimpulan  audit  dan  rekomendasi). Rekomendasi harus disajikan  dalam  bahasa  yang  operasional  dan  mudah dimengerti serta menarik untuk ditindak lanjuti.

5)   Tindak Lanjut

Sebagai tahap akhir dari audit manajemen, tindak lanjut bertujuan untuk mendorong pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan  tindak lanjut (perbaikan) sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.  Auditor tidak memiliki wewenang untuk mengharuskan manajemen melaksanakan tindak lanjut sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Oleh karena itu, rekomendasi yang disajikan dalam laporan audit seharusnya  sudah  merupakan  hasil  diskusi  dengan  berbagai pihak yang berkepentingan dengan tindakan perbaikan tersebut. Suatu rekomendasi yang tidak disepakati oleh objek audit akan sangat  berpengaruh pada pelaksanaan  tindak  lanjutnya.  Hasil audit  menjadi  kurang bermakna apabila rekomendasi yang diberikan tidak ditindaklanjuti oleh pihak yang diaudit.

 

2.7       Memahami Permasalahan Secara Dini

Penurunan kinerja perusahaan yang ditunjukkan dengan menurunnya pencapaian laba perusahaan, tingginya keluhan pelanggan, perputaran karyawan yang tinggi, dan sebagainya, merupakan beberapa indikasi bahwa pengelolaan perusahaan masih perlu diperbaiki. Permasalahan-permasalahan tersebut harus segera diselesaikan.

Salah satu penyebab turunnya laba perusahaan adalah operasi yang kurang efisien. Hal ini ditunjukkan dengan semakin kecilnya rasio output dan input (jumlah output dibagi dengan jumlah input hasilnya tidak cukup tinggi). Perputaran kayawan yang tinggi menunjukkan kepuasan kerja (job satisfaction) yang rendah bagi karyawan. Kepuasan kerja berkaitan dengan imbalan kerja yang diperoleh karyawan dalam melaksanakan aktivitasnya didalam perusahaan. Kepuasan tersebut tidak hanya diukur dengan imbalan finansial yang mereka dapatkan, namun juga mencakup hal lainnya seperti beban kerja, hubungan antarkaryawan, jenjang karier, dan lain-lain.

Selain itu, tingginya perputaran karyawan bukan bukan semata-mata menunjukkan ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan karyawan, tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor lain, misalnya karena memang karyawan tersebut tidak memilik motivasi untuk berprestasi atau kemampuannya tidak sesuai dengan bidang kerja yang menjadi tugasnya. Oleh karena itu, penerimaan karyawan harus dilakukan secara selektif dan adil yang berpedoman pada kualifikasi dan kompetensi yang tepat jika dihubungkan dengan bidang kerja yang akan menjadi tanggung jawabnya.

Tingginya keluhan pelanggan bisa terjadi karena berbagai alasan seperti rendahnya kualitas produk, pelayanan yang kurang baik, atau terlambatnya produk sampai di pasar. Memahami secara dini permasalahan ini akan sangat membantu perusahaan dalam mempertahankan dan bahkan meningkatkan kemampuan bersaingnya.

2.8       Ekonomisasi Efisiensi Efektivitas

Persaingan bisnis yang semakin ketat akan berdampak terhadap ketatnya seleksi perusahaan yang bisa tetap bertahan atau memenangkan  persaingan. Terjadinya pergeseran kekuatan pasar dari produsen kepada  konsumen, menyebabkan konsumen memiliki kekuatan untuk  menentukan cara memenuhi kebutuhannya. Perusahaan sebagai penyedia barang dan jasa harus sadar bahwa sebenarnya penghasilan yang diperoleh merupakan akibat dari kemampuannya untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Ekonomisasi (kehematan), efisiensi (daya guna), dan efektivitas  (hasil guna) merupakan tiga hal penting yang tidak dapat dipisahkan dan harus dicapai perusahaan dalam meningkatkan kemampuan bersaingnya.  Operasi yang berjalan secara hemat dan berdaya guna tanpa mengabaikan pencapaian tujuan perusahaan (hasil guna) akan mampu menghasilkan produk dengan harga pokok yang relatif lebih rendah dengan kualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Ekonomisasi berhubungan dengan bagaimana perusahaan dalam mendapatkan sumber daya yang akan digunakan dalam setiap aktivitas  Ekonomisasi merupakan ukuran input yang digunakan dalam berbagai program proyek yang dikelola. Artinya, jika perusahaan mampu memperoleh sumber daya yang akan digunakan dalam operasi dengan  pengorbanan yang paling kecil berarti perusahaan mampu memperoleh sumber daya tersebut dengan cara yang ekonomis.

Efisiensi berhubungan dengan bagaimana perusahaan melakukan operasi, sehingga dicapai optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliiki. Efisiensi berhubungan dengan metode kerja (operasi). Metode kerja yang baik akan dapat memandu proses operasi berjalan dengan  mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang dimiliki perusahaan.  Efektivitas dapat dipahami sebagai tingkat keberhasilan suatu perusahaan  untuk mencapai tujuannya.

Menurut Hans Kartikahadi dalam Sukrisno Agoes dan Jan Hoesada  (2009:154), pengertian efektivitas, kehematan (economy), dan efisiensi dapat diuraikan sebagai berikut:

1)   Efektivitas  dimaksud  bahwa  produk  akhir  suatu  kegiatan operasi  telah  mencapai  tujuannya  baik  ditinjau  dari  segi kualitas hasil kerja, kuantitas hasil kerja, maupun batas waktu yang ditargetkan.

2)   Kehematan (economy) berarti cara penggunaan sesuatu barang (hal)  secara  berhati-hati  dan  bijak  (prudent)  agar  diperoleh hasil yang terbaik.

3)   Efisiensi berarti bertindak dengan cara yang dapat meminimalkan kerugian atau pemborosan sumber daya dalam melaksanakan atau menghasilkan sesuatu.

 

2.9         Ruang Lingkup Audit Manajemen

Audit manajemen dilaksanakan untuk meningkatkan ekonomisasi, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, audit manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan pengelolaan operasional objek audit, baik fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian) maupun fungsi-fungsi bisnis perusahaan yang secara keseluruhan ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

 

2.9.1   Audit Manajemen Pada Fungsi Pemasaran

Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai bagaimana setiap program/aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai tujuannya melalui pengelolaan sumber daya yang ekonomis dan efisien. Di samping, audit juga dilakukan terhadap bagaimana perusahaan menetapkan strategi pemasarannya apakah sudah sesuai dengan lingkungan pemasaran yang dihadapi perusahaan, intensitas persaingan, dan berbagai keterbatasan yang secara internal dihadapi perusahaan. Beberapa ruang lingkup audit manajemen pemasaran meliputi:

1)   Lingkungan Pemasaran

Menekankan audit pada analisis terhadap kondisi ekonomi makro yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung kepada aktivitas pemasaran perusahaan.

2)   Strategi Pemasaran

Menekankan kepada penelaahan terhadap tujuan dan strategi pemasaran.

3)   Organisasi Pemasaran

Menekankan pada penilaian terhadap kemampuan struktur organisasi pemasaran dalam menerapkan strategi yang telah ditetapkan.

4)   Produktivitas Pemasaran

Menekankan pada pengujian terhadap berbagai program/aktivitas pemasaran dan pengeluaran biaya yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.

5)   Fungsi Pemasaran

Menekankan audit pada penilaian terhadap berbagai unsur bauran pemasaran (marketing mix) yang ditetapkan perusahaan.

 

2.9.2   Audit Manajemen Pada Fungsi Produksi dan Operasi

Audit manejemen pada fungsi ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap ketaatan perusahaan dalam menerapkan berbagai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam operasi perusahaan. Di samping itu, audit pada fungsi ini juga ditujukan untuk menilai ekonomisasi dan efisiensi pengelolaan sumber daya dan efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Ruang lingkup audit ini meliputi:

1)   Perencanaan produksi

2)   Pengendalian kualitas (quality control)

3)   Produktivitas dan efisiensi

4)   Metode standar kerja

5)   Pemeliharaan peralatan

6)   Organisasi manajemen produksi dan operasi

7)   Plant dan layout

2.9.3   Audit Manajemen Pada Fungsi Sumber Daya Manusia

Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai apakah kebutuhan SDM suatu perusahaan sudah terpenuhi dengan cara yang hemat, efisiensi dan efektif. Ruang lingkup pada audit ini mencakup keseluruhan dari proses SDM yang meliputi:

1.        Perencanaan tenaga kerja

2.        Penerimaan (rekrutmen) karyawan

3.        Seleksi

4.        Orientasi dan penempatan

5.        Pelatihan dan pengembangan

6.        Penilaian kerja

7.        Pengembangan karier

8.        Sistem imbalan dan kompensasi

9.        Perlindungan karyawan

10.    Hubungan karyawan

11.    Pemutusan hubungan kerja (PHK)

 

2.9.4   Audit Manajemen Pada Fungsi Sistem Informasi

Audit manajemen pada fungsi sistem informasi menekankan pada penilaian terhadap keandalan sistem informasi yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan berbagai informasi yang diperlukan secara akurat dan tepat waktu. Sistem informasi mencerminkan sistem pengendalian yang diterapkan perusahaan. Oleh karena itu, keandalan suatu sistem informasi berhubungan erat dengan keandalan sistem pengendalian yang diterapkan perusahaan. Untuk menilai keandalan sistem informasi ini dapat dilihat apakah tujuan pengendalian di dalam perusahaan telah tercapai atau tidak. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, sebagian besar audit manajemen pada fungsi ini diarahkan untuk audit sistem informasi yang berbasis komputer (electronic data processing-EDP). Ruang lingkup audit ini meliputi:

1.    Dukungan satuan pengelola data

2.    Perencanaan pengelolaan data

3.    Organisasi pengelolaan data

4.    Pengendalian pengelolaan data

2.10   Audit Manajemen Lingkungan

Tujuan utama audit manajemen pada fungsi ini adalah untuk menilai sejauh mana perusahaan telah melaksanakan tanggung jawab lingkungannya. Mengapa hal ini menjadi perlu? Banyak kasus pengelolaan tanggung jawab lingkungan yang kurang baik, yang merupakan pemborosan sumber daya bagi perusahaan. Tujuan audit pada fungsi ini mencakup baik tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan internalnya (keselamatan dan kesehatan kerja) maupun tanggung jawab lingkungan eksternal (pencemaran limbah).

 

2.11   Audit Sistem Manajemen Kualitas

Kualitas pada saat ini banyak digunakan sebagai strategi dalam memenangkan persaingan. Menawarkan produk dengan kualitas yang relatif lebih tinggi dan harga yang relatif sama dari pesaing dapat menjadi modal bagi perusahaan untuk memperluas pangsa pasarnya. Tetapi kualitas juga bisa menjadi pemborosan bagi perusahaan. Produk dengan kualitas rendah (tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan) akan membutuhkan berbagai tambahan sumber daya (tenaga, bahan, waktu dan sebagainya) untuk menjadikan produk tersebut mencapai kualitas yang sesuai dengan standar yang telah di tetapkan. Oleh sebab itu, produk yang dihasilkan dengan kualitas yang rendah merupakan salah satu sumber pemborosan bagi perusahaan.

Audit sistem kepastian kualitas bertujuan untuk menilai apakah sistem kepastian kualitas yang diterapkan perusahaan telah mampu memandu proses operasi perusahaan untuk dapat mencapai kualitas produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Produk yang memenuhi standar kualitas pada dasarnya adalah produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

 

 

 

2.12   Audit Manajemen Bidang Perpajakan

Fungsi perpajakan pada perusahaan sebenarnya bukan hanya pada bagaimana  perusahaan melaksanakan kewajiban perpajakannya secara benar sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana perusahaan mengelola fungsi ini untuk meminimalkan kewajiban perpajakannya. Melalui perencanaan perpajakan yang matang. Perusahaan dapat mengelola berbagai transaksi yang terjadi dengan memaksimalkan jumlah beban yang bisa dikurangkan terhadap penghasilan yang diperoleh perusahaan, sehingga dapat memperkecil penghasilan kena pajak (yang merupakan dasar pengenaan pajak bagi perusahaan).
Audit perpajakan (tax review)  dapat membantu Wajib Pajak dengan melakukan penilaian terhadap pengelolaan fungsi perpajakan untuk menentukan:

1.    Apakah setiap transaksi yang mengandung unsur perpajakan telah dikelola dengan baik sehingga dapat meminimalkan kewajiban perpajakan perusahaan (memaksimalkan deductable expense).

2.    Apakah pengelolaan fungsi perpajakan telah dilakukan dengan baik dan tidak melanggar aturan serta ketentuan perpajakan yang telah berlaku.

3.    Apakah penyelesaian kewajiban perpajakan perusahaan (pembayaran dan pelaporan) telah dilakukan dengan tepat waktu.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  3.1       Kesimpulan

Audit manajemen adalah suatu teknik yang meliputi berbagai bidang yang luas tentang prosedur, metode penilaian, kelayakan dan pendekatan-pendekatan. Pemeriksaan manajemen dirancang untuk menganalisis, menilai, meninjau ulang dan menimbang hasil kerja perusahaan dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan atau pedoman yang ditentukan oleh perusahaan. Tujuan dari pemeriksaan manjemen adalah untuk mengevaluasi efisiensi dan efektifitas perusahaan

Dapat disimpulkan bahwa karakteristik audit manajemen ialah:

e)      Memberikan informasi tentang efektifitas, efisiensi dan ekonomisasi operasional perusahaan kepada manajemen.

f)       Penilaian efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi didasarkan pada standar-standar tertentu.

g)      Audit diarahkan kepada operasional sebagian atau seluruh struktur organisasi.

h)      Hasil audit manajemen berupa rekomendasi perbaikan kepada manajemen.

Tujuan dari audit manajemen adalah Penilaian atas pengendalian, Penilaian atas pelaksanaan dan Memberikan bantuan kepada manajemen. Tujuan atau sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan, aktivitas, program, dan bidang-bidang dalam perusahaan yang diketahui atau diidentifikasi masih memerlukan perbaikan/peningkatan, baik dari segi ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Tiga elemen pokok dalam tujuan audit  adalah Kriteria (criteria), Penyebab (cause) dan Akibat (effect).

Ruang lingkup audit manajemen meliputi Audit Manajemen Pada Fungsi Pemasaran, Audit Manajemen Pada Fungsi Produksi dan Operasi, Audit Manajemen Pada Fungsi Sumber Daya Manusia dan Audit Manajemen Pada Fungsi Sistem Informasi.

Adapun prinsip dasar yang harus diperhatikan agar audit manajemen dapat mencapai tujuan dengan baik dan menghasilkan pemeriksaan yang dapat diandalkan, adalah:

8)      Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk diperbaiki.

9)      Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit.

10)  Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuantemuan yang bersifat positif.

11)  Identifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi.

12)  Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggungjawab.

13)  Pelanggaran hukum.

14)  Penyelidikan dan pencegahan kecurangan.

  3.2            Saran

1.      Dalam suatu perusahaan perlu adanya pengawasan dan pengendalian manajemen yang menimbulkan aktivitas audit (pemeriksaan) manajemen.

2.      Ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas perlu dilakukan agar sebuah perusahaan dapat mencapai dan meningkatkan kemampuan daya saingnya.

3.      Perusahaan harus menyusun perencanaan secara tepat sehingga dapat memberikan arahan berjalannya operasional yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno dan Jan Hoesada, (2009), Bunga Rampat Auditing, Jakarta: Salemba Empat.


Bayangkara, IBK (2008). Audit Manajemen: Prosedur dan Implementasi. Jakarta: Salemba Empat.



 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar