MAKALAH
Diajukan
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Audit
Dosen
: Yogie Ginanjar, SE.
Oleh
:
Kelompok
4
Deti Setiawati (13.06.1.0005)
Vani Silvana (13.06.1.0021)
Widi Setia Renanda (
14.06.2.0003)
Akuntansi A

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MAJALENGKA
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta karunia-Nya kepada kamisehingga
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pelaporan” diajukan untuk
memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Audit.
Diharapkan makalah ini dapat
memberikan informasi dan menambah wawasan pengetahuan kepada kita semua. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk dijadikan
sebagai bahan referensi dalam mempelajari bahasan ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna. Sehubungan dengan hal ini, kritik dan saran dari para
pembaca yang bersifat membangun tentu kami harapkan demi sempurnanya makalah
dimasa yang akan datang.
Majalengka, Oktober
2016
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................
DAFTAR ISI........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................
1.3 Tujuan.............................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pelaporan.......................................................................
2.2 Cara Penyajian Laporan Audit Manajemen....................................
2.2.1
Penyajian
Laporan Mengikuti Arus Informasi........................
2.2.2
Penyajian Laporan yang Menitikberatkan pada
Kepentingan
Pengguna.................................................................................
2.2.2.1
Informasi Latar Belakang.....................................................
2.2.2.2 Kesimpulan
dan Temuan Audit............................................
2.2.2.3 Rumusan
dan Rekomendasi.................................................
2.2.2.4
Ruang Lingkup Audit...........................................................
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.....................................................................................
3.2 Saran...............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Laporan adalah kesempatan bagi
auditor internal untuk mendapatkan perhatian penuh dari manajemen. Begitulah
seharusnya cara seorang auditor memandang pelaporan sebagai sebuah kesempatan
dan bukan sebuah tugas yang membosankan, kesempatan yang sempurna untuk
menunjukkan kepada manajemen bagaimana seorang auditor dapat memberikan
bantuan.
Seringkali auditor membuang
kesempatan emas yang mampu membuka mata manajemen ini, untuk menunjukkan kepada
manajemen apa-apa yang telah mereka capai dan apa-apa yang dapat mereka capai,
untuk menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui dan dikerjakan oleh manajemen.
Auditor internal membuang kesempatan ini dengan menggunakan cara penulisan yang
datar, merasa puas atas format pelaporan yang tidak menarik, membuat
tuduhan-tuduhan yang tidak dapat menahan sanggahan, mengambil
kesimpulan-kesimpulan yang tidak berdasar dan tidak logis, serta melaporkan
temuan tanpa memberikan solusinya.
Auditor hendaknya mengunakan
laporan-laporan mereka seperti seorang vendor yang mengunakan sebuah kesempatan
untuk mempresentasikan produk-produknya kepada direktur suatu perusahaan,
sebuah peluang untuk melakukan presentasi yang telah disiapkan, teruji dan
tervisualisasikan dengan baik.
Sebagaimana
tujuan dari audit manajemen untuk mengidentifikasi kegiatan, program, dan
aktivitas yang masih memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang
diberikan nantinya dapat dicapaiperbaikan atas pengelolaan berbagai program dan
aktivitas pada perusahaan tersebut. Dengan audit manajemen mampu dinilai
ekonomisasi, efektvitas, dan efisiensi dalam suatu perusahaan. pelaksanaan
audit manajemen melalui tahapan-tahapan tertentu dan pada akhirnya akan melahirkan
sebuah laporan yang lazim dikenal sebagai laporan audit manajemen. Pelaporan
tersebut merupakan akhir dari proses audit. Dengan kata lain, pelaporan adalah
hasil dari proses audit yang telah dilakukan. Dalam pelaporan terdapat hal-hal
yang akan menjadi informasi penting bagi manajemen perusahaan agar berbenah.
Dan juga terdapat rekomendasi yang akan membantu manajemen mengambil keputusan.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
penyajian laporan mengikuti arus informasi?
2.
Bagaimana
penyajian laporan yang menitikberatkan pada kepentingan pengguna?
3.
Bagaimana
informasi latar belakang?
4.
Bagaimana
kesimpulan dan temuan audit?
5.
Bagaimana
rumusan rekomendasi?
6.
Bagaimana
ruang lingkup audit?
1.3 Tujuan
1.
Untuk
mengetahui penyajian laporan mengikuti arus informasi.
2.
Untuk
mengetahui penyajian laporan yang menitikberatkan pada kepentingan pengguna.
3.
Untuk
mengetahui informasi latar belakang.
4.
Untuk
mengetahui kesimpulan dan temuan audit.
5.
Untuk
mengetahui rumusan rekomendasi.
6.
Untuk
mengetahui ruang lingkup audit.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Pelaporan
Pelaporan
adalah bagian akhir dari proses audit manajemen. Pelaporan merupakan
pengomunikasian temuan dan rekomendasi auditor untuk meyakinkan manajemen
mengenai keabsahan hasil audit melalui suatu laporan komprehensif yang memuat
temuan penting yang mendukung kesimpulan dan disajikan dalam bahasa operasioan
yang mudah dimengerti.
2.2 Cara
Penyajian Laporan Audit Manajemen
Ada dua cara
penyajian laporan audit manajemen, yaitu:Cara
penyajian yang mengikuti arus informasi yang diperoleh dalam setiap tahapan
audi,dan cara penyajian yang arus informasi yang menitikberatkan
penyajian kepada kepentingan para pembaca (pengguna) laporan.
2.2.1
Penyajian Laporan Mengikuti Arus
Informasi
Sesuai
dengan tahapan-tahapan audit, auditor mengorganisasikan laporan hasil auditnya
berdasarkan apa saja yang dilakukan dan yang ditemukan selama melaksanakan
tahapan-tahapan audit.Seorang auditor memperoleh informasi melalui beberapa
tahapan sebagai berikut:
a
Pengumpulan Informasi latar belakang
pada tahap audit pendahuluan.
b
Menetapkan tujuan audit sesungguhnya
(definitive audit objective) berdasarkan hassil review dan
pengujian terhadap sistem pengendalian manajemen.
c
Pengumpulan bukti-bukti audit dan pengembangan
temaun berkaitan dengan tujuan audit, pada tahap audit lanjutan.
d
Menarik kesimpulan berdasarkan
bukti-bukti (temuan) audit yang berhasil dikumpulkan.
e
Merusmuskan rekomendasi.
2.2.2
Penyajian Laporan yang
Menitikberatkan pada Kepentingan Pengguna
Umumnya para
pengguna laporan lebih berkepentingan terhadap temuan auditnya daripada
bagaimana auditor melakukan audit. Dengan demikian dibutuhkan penyajian laporan
yang dapat menjawab pertanyaan pengguna laporan dengan cepat, biasanya berupa
berupa kesimpulan atas audit. Dalam penyajian ini, auditor mengikuti format
sebagai berikut:
a.
Informasi latar belakang.
b.
Kesimpulan audit disertai dengan
bukti-bukti yang cukup untuk mendukung kesimpulan audit.
c.
Rumusan rekomendasi.
d.
Ruang lingkup audit.
Tujuan audit
manajemen adalah untuk menemukan kekurangan/kelemahan dalam pengelolaan
berbagai program/aktivitas dalam perusahaan, biasanya pengguna laporan lebih
berkepentingan pada hasil audit (temuan audit) yang merupakan indikasi
terjadinya berbagai kekurangan/kelemahan dalam pengelolaan program/aktivitas
dalam perusahaan.
2.2.2.1
Informasi Latar Belakang
Informasi
latar belakang merupakan informasi umum tentang perusahaan dan
program/aktivitas yang diaudit.Pada bagian ini auditor harus mampu memberikan
gambaran umum tentang tujuan dan karakteristik perusahaan serta
program/aktivitas yang diaudit, sifat, ukuran program, serta organisasi
manajemennya. Pada bagian ini juga disajikan apa alasan yang mendasari
dilakukannya audit manajemen.
2.2.2.2
Kesimpulan dan Temuan Audit
Untuk
meyakinkan pengguna laporan audit, auditor harus menyajikan temuan-temuan yang
diperoleh sebagai pendukung setiap kesimpulan yang dibuat. Kesimpulan dalam
audit manajemen selalu dibuat berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh saat
melakukan audit, baik itu temuan yang berkaitan dengan kriteria, penyebab,
maupun akibat. Dalam menyajikan temuan audit, auditor harus memerhatikan
hal-hal sebagai berikut:
1.
Judul bab harus mengidentifikasi
pokok persoalan dan sedapat mungkin juga arah dari temuan.
2.
Pokok-pokok setiap temuan harus
diikhtisarkan secara singkat dan harus mengungkapkan kepada pengguna akan
adanya uraian yang mendukung dan menjelaskan pokok-pokok temuan tersebut.
3.
Auditor harus menggambarkan kepada
pengguna laporan tentang hal-hal yang ditemukan baik bersifat negatif maupun
positif, apa penyebab dan akibat dari temuan tersebut.
4.
Dalam penyajian temuan ini auditor
juga harus mempertimbangkan dan mengevaluasi komentar para pihak yang berkaitan
dengan progam/aktivitas yang diaudit.
5.
Semua penyajian temuan harus
diakhiri dengan suatu pernyataan yang menjelaskan sikap akhir auditor atas
dasar pertimbangan yang matang terhadap informasi yang diperoleh.
2.2.2.3
Rumusan Rekomendasi
Rekomendasi
merupakan saran perbaikan yang diberikan auditor atas berbagai
kekurangan/kelemahan yang terjadi pada program/aktivitas yang diaudit.Auditor
harus memberikan rekomendasi kepada atasan dari pengelola program/aktivitas
yang diaudit.Rekomendasi harus disertakan dalam laporan hasil audit. Setiap
rekomendasi yang diajukan oleh auditor harus dilengkapi dengan analisis yang
menyangkut adanya peningkatan ekonomisasi, efisiensi, atau efektivitas yang
akan dicapai pada pelaksanaan program/aktivitas serupa di masa depan atau juga
termasuk berbagai kemungkinan kerugian yang akan terjadi pada perusahaan jika
rekomendasi tersebut tidak dilaksanakan. Agar mudah dipahami oleh pengguna
laporan, rekomendasi seharusnya disusun dengan kalimat yang operasional dan tidak
teoritis.
Walaupun
pelaksanaan rekomendasi tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan manajemen
perusahaan, sebenarnya auditor juga berkepentingan terhadap dilaksanakannya
rekomendasi tersebut. Oleh karena itu, dalam proses audit komunikasi yang
konstruktif harus dilakukan oleh auditor dengan berbagai pihak yang ada dalam
perusahaan terutama yang berkaitan dengan program/aktivitas yang diaudit.
Pengomunikasian hasil temuan mutlak harus dilakukan di mana auditor harus
mendapatkan komentar yang seimbang berkaitan dengan berbagai temuan dari
berbagai pihak yang berhubungan dengan permasalahan-permasalahan
tersebut.Sebelum mengajukan rekomendasi final di dalam laporannya, auditor
terlebih dahulu mendiskusikannya dengan pihak-pihak yang berkepentingan.Dengan demikian
diharapkan rekomendasi tersebut diterima dan dilaksanakan dengan penuh komitmen
dan tanpa keterpaksaan.
2.2.2.4
Ruang Lingkup Audit
Ruang
lingkup audit menunjukkan berbagai aspek dari program/aktivitas yang diaudit
dan periode waktu dari program/aktivitas yang diaudit oleh auditor. Pada bagian
ini juga harus disajikan seberapa mendalam audit tersebut dilakukan. Untuk
hal-hal yang tidak masuk dalam ruang lingkup audit ini, sebaiknya tidak
disajikan di dalam laporan yang dibuat supaya tidak mengaburkan pemahaman
pengguna laporan terhadap hasil audit yang disajikan auditor.
Contoh Laporan Audit Manajemen
Medan, 8
April 2013-04-07
No
: 013/KAP/IV/2013
Lampiran
: 4 eksemplar
Perihal :
Laporan Hasil Audit Manajemen
Kepada
Yth,
Direktur PT. Indojewel
Di Medan
Kami telah melakukan
audit atas Program Pelatihan Karyawan pada PT. Indojewel untuk periode
2007/2008. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas
kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan
pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang
Program Pelatihan Karyawan yang dilakukan oleh perusahaan. Audit tersebut
dimaksudkan untuk menilai ekonomisasi (kehematan), efisiensi (daya guna),
dan efektivitas (hasil guna). Program Pelatihan
Karyawan yang dilakukan dan memberikan saran
perbaikan atas kelemahan keterampilan karyawan
dalam mengoperasikan mesin baru yang ditemukan selama audit, sehingga
diharapkan dimasa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan
tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih ekonomis, efisien dan
efektif dalam mencapai tujuannya.
Hasil audit kami
sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab I : Informasi Latar
Belakang
Bab II
: Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab
III : Rekomendasi
Bab IV :
Ruang Lingkup Audit
Dalam melakukan
audit kami telah memperoleh banyak bantuan,dukungan, dan kerjasama dari
berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan
pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama
yang telah terjalin dengan baik ini.
Kantor Akuntan Publik
Kris Palguna dan Rekan
Dr. Kris Palguna, S.E., M.M., Ak., BAP.
Bab I
Informasi Latar Belakang
PT.
Indojewel (selanjutnya disebut “perusahaan”) berlokasi di Jl. CR No. 7 Medan,
didirikan tanggal 13 April 1990 oleh para pendiri yang terdiri atas:
1.
Dr. Kevin Suparno
2.
Dr. Cecep Mulyadi
3.
Sandra Gultom
4.
Dr. Steve Handayana
PT.
Indojewel bergerak dibidang produksi perhiasan berbahan dasar mutiara dan
emas.Mutiara yang digunakan adalah hasil pembudidayaan sendiri yang
terintegrasi dalam rencana bisnis perusahaan, sedangkan emas diperoleh dari
pasar dalam negeri.
Perusahaan
mempekerjakan 1.500 karyawan tetap dan
sekitar 750 karyawan kontrak yang dipekerjakan
terutama sebagai staf produksi di divisi
budidaya mutiara dan cleaning service diseluruh divisi perusahaan,
dengan penghasilan rata-rata sebesar 250% dari UMK yang ditetapkan pemerintah.
Perusahaan
menerapkan teknologi maju dalam produksi perhiasan dengan investasi sebesar Rp
1,75 triliun untuk membeli peranti keras dan Rp 500 miliar untuk
membeli peranti lunak termasuk sistem informasi yang mengintegrasikan seluruh
divisi kedalam satu rangkaian oprasi dan sistem pelaporan.
Perusahaan
karyawan yang dilakukan PT. Indojewel bersifat situasional,
sesuai dengan permintaan manajer lini dan sesuai dengan anggaran yang
tersedia.
Susunan
direksi perusahaan adalah sebagai berikut:
Direktur Utama
: Dr. Kevin Suparno
Direktur Akuntansi
dan Keuangan : Dr. Cecep Mulyadi
Direktur
Pemasaran
: Dr. Sandra Gultom
Direktur
Produksi
: Dr. Steve Handayana
Sedangkan tujuan
dilakukannya audit adalah untuk:
1. Menilai kinerja pelatihan keterampilan
karyawan dalam mengoperasikan mesin baru perusahaan.
2. Menilai ekoniomisasi, efisiensi, dan
efektivitas program pelatihan karyawan yang dilakukan perusahaan.
3. Memberikan berbagai saran dan perbaikan
atas kelemahan dalam program pelatihan karyawan yang ditemukan.
Bab II
Kesimpulan Audit
Berdasarkan
temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat
menyimpulkan sebagai berikut:
Kondisi:
1.
Mesin baru yang digunakan perusahaan
telah dilengkapi manual penggunaannya, tetapi untuk memahami manual tersebut
dan mampu menggunakannya sesuai dengan standar manual tersebut perlu
dilakukan pelatihan intensif, dengan
mempraktikkannya dilokasi mesin tersebut dioperasikan.
Sementara pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan klasikal
di kelas untuk memahami petunjuk tersebut.
Konfirmasi kepada manajer SDM diperoleh
informasi tidak tersedia cukup dana untuk melanjutkan pelatihan sampai
pada praktik lapangan.
2.
Perusahaan tidak
memiliki rencana pelatihan periodik dan
menentukan program pelatihan berdasarkan permintaan manajer lini
yang harus terealisasi dalam waktu singkat tanpa melalui suatu identifikasi
untuk menentukan pelatihan apa yang sesungguhnya dibutuhkan karyawan.
3.
Perusahaan hanya menganggarkan biaya
pelatihan sebesar 0,25% selama satu tahun dari laba bersih setelah pajak tahun
sebelumnya. Untuk tahun 2008 biaya pelatihan didasarkan pada laba bersih
setelah pajak tahun 2007 yang mencapai sebesar 650,75 miliar.
4.
Terjadi penurunan produk gagal
sebesar 18% dibanding sebesar 20% pada tahun lalu (penurunan produk gagal hanya
2% saja).
5.
Tidak ada penilaian keberhasilan
pelatihan secara formal sehingga tidak ada dokmen atau catatan yang bisa
dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan.
Dari hasil
kuesioner yang disebarkan kepada karyawan yang telah mengikuti pelatihan tahun
2008 diperoleh temuan sebagai berikut:
a.
Sebesar 35% dari peserta menjawab
bahwa materi pelatihan sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan
keterampilan.
b.
Sebesar 12,5% peserta
menjawab metode pelatihan sesuai dengan
materi pelatihan yang diberikan.
c.
Hanya sebesar 35% menjawab
keterampilannya meningkat setelah mengikuti pelatihan.
d.
Sebesar 80% peserta menjawab bahwa
waktu pelatihan terlalu singkat dan tidak cukup waktu bagi mereka untuk
memahami materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut.
e.
Sebanyak 40% kegagalan produk
terjadi dalam proses produksi, 35% pada proses pengepakan, dan 25% pada proses
penggudangan dari keseluruhan biaya kegagalan produk yang terjadi pada tahun
2008 sebesar Rp 825,25 juta.
f.
Pengembalian produk oleh pelanggan
yang terjadi selama tahun 2008 sebesar 7,5% dari total penjualan Rp 7,5
triliun.
Kriteria:
1.
Tujuan pelatihan
dan pengembangan karyawan harus dirumuskan
secara jelas dan disosialisasikan keseluruh manajer lini. Tujuan
pelatihan adalah untuk:
a.
Meningkatkan keterampilan karyawan.
b.
Menurunkan kegagalan produk sampai
pada tingkat 2,5%.
c.
Menurunkan pemborosan penggunaan sumber daya.
d.
Menurunkan kecelakaan kerja karyawan
serta meningkatkan motivasi kerja dan kebanggaan karyawan terhadap
pekerjaannya.
e.
Rencana pelatihan dan pengembangan
karyawan harus disusun secara periodik bersama dengan penyusunan anggaran
perusahaan.
f.
Program pelatihan
dirumuskan berdasarkan hasil identifikasi
terhadap kebutuhan pelatihan sebelum program ditetapkan.
Identifikasi meliputi:
a).
Penentuan jenis
dan bentuk keterampilan yang dibutuhkan
karyawan sehingga mampu berkontribusi maksimal kepada perusahaan.
b).
Melakukan penilaian secara periodik
untuk mengidentifikasi topik pelatihan yang tepat.
c).
Melakukan penilaian terhadap pelatihan
yang telah dilakukan untuk mendapatkan umpan balik bagi perbaikan pelatihan
berikutnya.
d).
Melakukan benchmarking pada
industri yang sama yang lebih berhasil
dalam mengelola program pelatihan dan pengembangan.
2.
Pengelolaan pelatihan karyawan harus
didukung anggaran yang memadai.
3.
Laporan biaya kualitas harus
terdokumentasi untuk menyediakan informasi sebagai umpan balik dalam
meningktkan kualitas proses dan produk yang dihasilkan.
Penyebab:
1.
Pelatihan yang telah dilakukan
adalah pelatihan klasikal di kelas untuk memahami petunjuk (manual), pada hal
untuk memahami manual tersebut dan mampu menggunakan sesuai dengan standar
manual perlu dilakukan pelatihan intensif dengan mempraktikkannya dilokasi
mesin tersebut dioperasikan.
2.
Rencana pelatihan baru dibuat
setelah ada bagian yang membutuhkan pelatihan.
3.
Belum tersedia
suatu sistem review dan pelaporan yang
terdokumentasi tentang penilaian efektivitas dan efisiensi
pelaksanaan pelatihan.
4.
Dana SDM tidak
mencukupi untuk melanjutkan pelatihan karyawan
sampai pada praktik lapangan secara intensif terkait dengan adanya
mesin baru.
Akibat:
1.
Banyak karyawan menjadi kurang
terampil ketika mengoperasikan mesin baru perusahaan.
2.
Tidak ada dokumen/catatan yang bisa
dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan.
3.
Tidak diketahui berapa biaya yang
dikeluarkan untuk peningkatan kualitas proses dan produk yang dihasilkan
sehingga tidak ada umpan balik dalam peningkatan kualitas produk.
4.
Banyak bahan yang terbuang karena
rusak dalam proses.
5.
Banyak tercipta produk yang gagal.
6.
Pesanan dari gerai-gerai yang
merupakan ujung tombak penjualan semakin menurun.
7.
Terjadi pemborosan biaya produksi
sehingga merugikan perusahaan.
Pejabat yang
bertanggung jawab:
Direktur
Utama dan Manajer SDM
Bab III
Rekomendasi
Hasil audit
yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian
manajemen dimasa yang akan datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu:
1.
Kelemahan yang
terjadi pada program perencanaan pelatihan
yang tidak terstruktur dan dipersiapkan dengan baik.
2.
Kelemahan yang terjadi pada saat
dilakukannya proses pelatihan karyawan atas mesin baru perusahaan.
3.
Kelemahan yang terjadi karena
kurangnya dana SDM untuk meningkatkan pelatihan kejenjang yang lebih tinggi.
Atas keseluruhan
kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah
perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Rekomendasi:
1.
Perusahaan harus membuat program
perencanaan pelatihan karyawan secara jelas dan terstruktur serta dipersiapkan
dengan baik sehingga program pelatihan dapat berjalan dengan maksimal dan
karyawan bisa mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan.
2.
Perusahaan harus
membuat kebijakan dalam hal penambahan dana
atau angggaran untuk pelatihan intensif dalam mempraktikkan mesin
baru perusahaan agar para karyawan dapat lebih terampil mempraktikkan mesin
tersebut secara langsung dilapangan.
3.
Perusahaan harus
melakukan penilaian atas keberhasilan pelatihan
secara formal dan terdokumentasi sebagai pertanggungjawaban atas
dilaksanakannya pelatihan sebagai acuan untuk melihat kinerja sejauh mana
program pelatihan yang dilakukan.
4.
Manajer SDM harus membuat jadwal
program pelatihan karyawan secara jelas khusus serta harus sesuai dengan topik,
materi, dan metode pelatihan agar karyawan dapat lebih terampil ketika akan mempraktikkan
apa yang telah dilatih.
Keputusan untuk
melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi
jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat
yang lebih buruk pada Program Pelatihan Karyawan dimasa yang akan datang.
Bab IV
Ruang Lingkup Audit
Sesuai
dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi
masalah Program Pelatihan Karyawan PT. Indojewel
untuk periode tahun 2007/2008. Audit kamimencakup
penilaian atas kecukupan sistem pengendalian
manajemen Program Pelatihan Karyawan, personalia yang bertugas
dalam program pelatihan karyawan, dan aktivitas Program Pelatihan Karyawan itu
sendiri.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pelaporan
adalah bagian akhir dari proses audit manajemen. Pelaporan merupakan
pengomunikasian temuan dan rekomendasi auditor untuk meyakinkan manajemen
mengenai keabsahan hasil audit melalui suatu laporan komprehensif yang memuat
temuan penting yang mendukung kesimpulan dan disajikan dalam bahasa operasioan
yang mudah dimengerti.
Ada dua cara
penyajian laporan audit manajemen, yaitu:Cara
penyajian yang mengikuti arus informasi yang diperoleh dalam setiap tahapan
audi, dan cara penyajian yang arus informasi yang menitikberatkan
penyajian kepada kepentingan para pembaca (pengguna) laporan.
Dalam
penyajian laporan
yang menitikberatkan pada kepentingan pengguna, auditor
mengikuti format sebagai berikut:
a.
Informasi latar belakang.
b.
Kesimpulan audit disertai dengan
bukti-bukti yang cukup untuk mendukung kesimpulan audit.
c.
Rumusan rekomendasi.
d.
Ruang lingkup audit.
3.2 Saran
1.
Membuat
laporan audit yaitu seluruh hasil audit dikumpulkan, dievaluasi dan ditetapkan
Ketidaksesuaian Besar, Kecil dan Observasi, dan disampaikan kepada auditee
untuk dibuatkan Rencana Tindakan Perbaikan dan Pencegahannya.
2.
Membuat
prosedur audit, karena audit membutuhkan suatu standar kerja untuk menjamin
bahwa hasil-hasil audit tidak terlalu berbeda antara satu auditor dengan
lainnya.
3.
Membuat
program audit dan jadwal Program menggambarkan ruang lingkup audit seperti
departemen, klausa Standar, prosedur yang harus diperiksa; tim auditor dan
auditee pada area yang diaudit, serta waktu.
4.
Membuat
daftar periksa sebagai alat bantu para auditor, khususnya jika hal tersebut
dilakukan di tahap awal pembentukan system karena tim belum cukup kompeten.
Dengan berkembangnya waktu, daftar periksa bisa dihilangkan dari prosedur
audit.
5.
Melaksanakan
audit yaitu sesuai dengan metodologi yang telah ditetapkan tim audit melakukan
pertemuan pembukaan (dapat secara informal), melaksanakan wawancara,
pemeriksaan dokumen dan catatan-catatan lingkungan, mengamati kondisi lapangan
dan membuat kesimpulan dalam pertemuan penutup.
DAFTAR PUSTAKA
Bayangkara,
IBK (2008). Audit Manajemen: Prosedur dan Implementasi. Jakarta: Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar