Ayu Sri Rahayu
13.06.1.0033
Akuntansi A
1.
Apa
yang dimaksud dengan audit pemasaran?
Jawab:
Audit pemasaran adalah pengujian yang komprehensif, sistematis, independen, dan
dilakukan secara periodik terhadapa lingkungan pemasaran, tujuan, strategi, dan
aktivitas perusahaan atau unit bisnis, untuk menentukan peluang dan area
permasalahan yang terjadi, serta merekomendasikan rencana tindakan untuk
meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan.
2.
Apa
tujuan dan manfaat audit pemasaran?
Jawab:
Tujuan utama audit pemasaran adalah untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman
pemasaran yang dihadapi perusahaan dan merencanakan perbaikan yang diperlukan
untuk mengeliminasi ancaman tersebut. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari
audit ini, hasil audit dapat memberikan gambaran yang objektif tentang kinerja
pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan
upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang diberikan
auditor dapat menjadi alternatif solusi atas kekurangan yang terjadi sehingga
perbaikan-perbaikan yang diperlukan segera dapat dilakukan.
3.
Apa
saja yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan auditor yang akan
melaksanakan audit pemasaran? Sebutkan dan jelaskan.
Jawab:
Pada dasarnya pelaksana audit pemasaran bisa berasal dari dalam perusahaan
(suatu tim yang dibentuk, biasanya terdiri atas beberapa pejabat yang berasal
dari bagian di luar wilayah yang diaudit) atau juga berasal dari luar
perusahaan (konsultan atau akuntan eksternal). Kedua kelompok pelaksana audit
ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Audit yang dilaksanakan
oleh pihak internal biasanya kurang independen sehingga hasil auditnya
kadang-kadang dianggap kurang objektif. Tetapi dibalik kelemahan tersebut,
audit yang dilakukan pihak internal relative lebih murah dari segi biaya.
Penyebabnya anatara lain: waktu audit yang cenderung lebih singkat karena
pelaksana audit sudah memiliki gambaran yang lengkap terhadap objek auditnya
dan komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam audit dapat berjalan
dengan lebih lancar. Sementara jika audit dilakukan oleh pihak eksternal, dari
segi objektivitas dan independensi cukup mendapatkan pengakuan dari berbagai
komponen pengguna asil audit, karena auditor tidak memiliki kepentingan lain
dari tugas audit. Akan tetapi audit oleh kelompok ini cenderung membutuhkan
biaya yang cukup besar. Karena audit harus dilakukan secara independen, maka
audit sebaiknya dilakukan oleh pihak eksternal yang memiliki objektivitas dan
independensi yang diperlukan, pengalaman luas dalam berbagai industri, serta
perhatian dan waktu yang penuh untuk melakukan audit.
4.
Sebutkan
dan jelaskan jenis audit pemasaran.
Jawab:
a. Audit
fungsional (vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa
aktivitas dari departemen pemasaran seperti periklanan atau penjualan dan
membuat analisis terhadap bagian-bagian yang diaudit tersebut.
b. Audit
menyeluruh (horizontal), yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi
pemasaran perusahaan.
5.
Apa
saja ruang lingkup audit pemasaran?
Jawab:
a. Audit
lingkungan pemasaran, mencakup penilaian terhadap pelanggan, pesaing, dan
berbagai faktor lain yang memiliki pengaruh terhadap perusahaan. Audit ini
meliputi aspek lingkungan makro seperti ekonomi, teknologi, sosial, dan
politik.
b. Audit
strategi pemasaran, audit ini bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah
menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan
yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara
jelas dinyatakan dan kemudian auditor harus menentukan pernyataan tujuan untuk
kepentingan pengevaluasiannya.
c. Audit
organisasi pemasaran, audit ini menilai kemampuan organisasi pemasaran dalam
mencapai tujuan perusahaan. Audit ini menentukan kemampuan tim pemasaran untuk
secara efektif berinteraksi dengan bagian-bagian lain seperti litbang,
keuangan, pembelian, dan sebagainya.
d. Audit
sistem pemasaran, audit ini menganalisis prosedur yang digunakan perusahaan
untuk memperoleh informasi apakah perusahaan telah memiliki metode yang memadai
atau tidak, untuk digunakan mengerjakan tugas-tugas rutin dibidang pemasaran.
e. Audit
produktivitas pemasaran, audit ini menganalisis produktivitas dan
profitabilitas produk, kelompok pelanggan atau unit analisis yang lain di dalam
pemasaran. Analisis biaya pemasaran adalah salah satu metode untuk menganalisis
profitabilitas dan produktivitas pemasaran.
f. Audit
fungsi pemasaran, audit ini merupakan audit vertikal atau analisis secara
mendalam terhadap setiap elemen bauran pemasaran seperti produk, harga,
distribusi, tenaga penjual, periklanan, promosi, dan lain-lain.
6.
Bagaimana
lingkungan pemasaran memengaruhi keputusan upaya pemasaran?
Jawab:
Perusahaan harus melakukan analisis terhadap lingkungan pemasarannya untuk
menentukan berbagai ancaman yang mungkin dihadapi dan beberapa peluang yang
mungkin untuk dikelola. Disamping itu perusahaan juga harus melakukan analisis
terhadap kekuatan dan kelemahannya. Hasil analisis pemasaran ini merupakan
informasi penting yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pada
fungsi perencanaan pemasaran, implementasi pemasaran, dan pengendalian
pemasaran.
7.
Bagaimana
audit terhadap strategi pemasaran dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan
keakuratan strategi pemasarannya?
Jawab:
Audit terhadap strategi pemasaran bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan
telah menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya, sesuai dengan
lingkungan yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan
tidak secara jelas dinyatakan dan kemudian auditor harus menentukan pernyataan
tujuan untuk kepentingan pengevaluasiannya.
8.
Dalam
audit atas sistem informasi pemasaran, apa yang menjadi fokus utama auditor
untuk dapat mengambil kesimpulan tentang keberadaan sistem informasi tersebut?
Jawab:
Pertama sistem informasi pemasaran berinteraksi
dengan manajer pemasaran untuk menilai kebutuhan informasi oleh manajer
pemasaran, selanjutnya system informasi ini mengembangkan informasi yang
dibutuhkan dari berbagai sumber informasi (catatan internal, intelijen
pemasaran, dan riset pemasaran). Analisis informasi memproses informasi untuk
menjadikannya lebih bermanfaat dan akhirnya sistem informasi pemasaran
mendistribusikan informasi kepada manajer pemasaran secara akurat dan tepat
waktu untuk membantu mereka dalam melaksanakan fungsi manajerialnya. Sistem
informasi pemasaran dirancang untuk menghubungkan kebutuhan manajemen terhadap
informasi berbagai aktivitas pemasaran yang telah dilakukan dan memenuhi
kebuthan informasi tersebut dalam menjalankan fungsi manajerialnya. Diawali
dengan mengidentifikasi kebutuhan manajemen terhadap berbagai informasi sebagai
dasar pengambilan keputusannya, system informasi pemasaran mengelola sumber
informasi dan menganalisisnya sehingga kebutuhan informasi oleh manajemen dapat
terpenuhi secara akurat dan tepat waktu. Identifikasi ini sangat penting karena
tidak semua manajer mengetahui tentang informasi yang dibutuhkannya.
9.
Apa
yang mendorong manajemen untuk melakukan audit pemasaran?
Jawab:
Untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan dan
merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeleminasi ancaman tersebut.
Hasil audit dapat memberikan gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran
perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya
pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang diberikan auditor
dapat menjadi alternatif solusi atas kekurangan yang terjadi sehingga
perbaikan-perbaikan yang perlu segera dapat dilakukan.
10.
Dalam
melaksanakan audit atas fungsi pemasaran, auditor melakukan review dan
pengujian terhadap sistem pengendalian manajemen perusahaan. informasi apa yang
digali auditor dalam pengujian dan review
tersebut?
Jawab:
Informasi yang digali auditor dalam pengujian dan review yaitu:
· Apakah
departemen perusahaan memiliki pernyataan tujuan secara tertulis?
· Apakah
pemasaran perusahaan menyesuaikan tujuan dengan perubahan kondisi?
· Apakah
perusahaan memiliki rencana bisnis actual untuk dibandingkan nantinya dengan
hasil yang dicapai?
· Apakah
upaya pemasaran perusahaan didukung oleh SDM yang memadai?
· Apakah
perusahaan telah menyusun upaya pemasarannya secara sistematis?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar