Minggu, 04 Desember 2016

Manajemen Audit Kelompok 03



KELOMPOK 3
ISWAHYUNI PUJANINGSIH       13.06.1.0008
PIPIN HANAPIAH                          13.06.1.0014

1.      Sebagai auditor, Anda diminta untuk mengelompokan temuan audit tersebut di atas ke dalam kelompok kondisi, criteria, penyebab dan akibat.\
2.      Buat laporan audit atas pelatihan karyawan ini, lengkapi kesimpulan audit Anda dengan temuan audit yang mendukung kesimpulan tersebut dan rumuskan rekomendasi yang Anda berikan kepada PT Indojewel sebagai alternative perbaikan pengelolaan program pelatihan keryawan di masa depan.

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
Kondisi:
1.      Mesin baru yang digunakan karyawan telah dilengkapi manual penggunaannya, tetapi untuk memahami hal tersebut dan dalam menggunakannya agar sesuai dengan standar manual, perlu dilakukan pelatihan intensif dengan mempraktikannya dilokasi mesin tersebut dioprasikan. Sementara pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan klasikal dikelas untuk memahami petunjuk tersebut. Konfirmasi kepada manajer SDM diperoleh informasi tidak tersedia cukup dana untuk melanjutkan pelatihan sampai pada praktik lapangan.
2.      Perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan berdasarkan permintaan manajer lini yang harus terealisasi dalam waktu singkat tanpa melalui suatu identifikasi untuk menentukan pelatihan apa yang sesungguhnya dibutuhkan karyawan.
3.      Perusahaan hanya menganggarkan biaya pelatihan sebesar 0,25% selama satu tahun dari laba bersih setelah pajak tahun sebelumnya. Untuk tahun 2008 biaya pelatihan didasarkan pada laba bersih setelah pajak tahun 2007 yang mencapai sebesar Rp.650,75 miliar.
4.      Terjadi penurunan produk gagal sebesar 18% dibanding sebesar 20% pada tahun lalu (penurunan produk gagal hanya 2% saja).
5.      Tidak ada penilaian keberhasilan pelatihan secara formal sehingga tidak ada dokumen atau catatan yang bisa dipertanggunjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan.
6.      Dari hasil kuesioner yang disebarkan pada karyawan yang telah mengikuti pelatihan tahun 2008 diperoleh temuan sebagai berikut:
a.       Sebesar 35% dari peserta menjawab bahwa materi pelatihan sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan keterampilan.
b.      Sebesar 12,5% peserta menjawab metode pelatihan sesuai dengan materi pelatihan yang diberikan.
c.       Hanya sebesar 35% menjawab keterampilannya meningkat setelah mengikuti pelatihan.
d.      Sebesar 80% peserta menjawab bahwa waktu pelatihan terlalu singkat dan tidak cukup waktu bagi mereka untuk memahami materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut.
7.      Sebanyak 40% kegagalan produk terjadi dalam proses produksi, 35% pada proses pengepakan, dan 25% pada proses penggudangan dari keseluruhan biaya kegagalan produk yang terjadi pada tahun 2008 sebesar Rp.825,25 juta.
8.      Pengembalian produk oleh pelanggan yang terjadi selama tahun 2008 sebesar 7,5% dari total penjualan Rp.7,5 triliun.
Kriteria:
1.      Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan harus dirumuskan secara jelas dan disosialisasikan keseluruh manajer lini. Tujuan pelatihan adalah untuk:
a.       Meningkatkan keterampilan karyawan.
b.      Menurunkan kegagalan produk sampai pada tingkat 2,5%.
c.       Menurunkan pemborosan penggunaan sumber daya.
d.      Menurunkan kecelakaan kerja karyawan serta meningkatkan motivasi kerja dan kebanggaan karyawan terhadap pekerjaannya.
e.       Rencana pelatihan dan pengembangan karyawan harus disusun secara periodik bersama dengan penyusunan anggaran perusahaan.
f.       Program pelatihan dirumuskan berdasarkan hasil identifikasi terhadap kebutuhan pelatihan sebelum program ditetapkan. Identifikasi itu meliputi:
a)      Penentuan jenis dan bentuk keterampilan yang dibutuhkan karyawan sehingga mampu berkontribusi maksimal kepada pengusaha.
b)      Melakukan penilaian secara periodik untuk mengidentifikasi topik pelatihan yang tepat.
c)      Melakukan penilaian pelatihan yang telah dilakukan untuk mendapatkan umpan balik bagi perbaikan pelatihan berikutnya.
d)     Melakukan Branch Marketing pada industri yang sama lebih berhasil dalam mengelola program pelatihan pengembangan.
2.      Pengelolaan pelatihan karyawan harus didukung anggaran yang memadai.
3.      Laporan biaya kualitas harus terdokumentasi untuk menyediakan informasi sebagai umpan balik dalam meningkatkan kualitas proses yang dihasilkan.
Penyebab:
1.      Pelatihan yang telah dilakukan adalah pelatihan klasikal di kelas untuk memahami petunjuk (manual), pada hal untuk memahami manual tersebut dan mampu menggunakan sesuai dengan standar manual perlu dilakukan pelatihan intensif dengan mempraktikannya dilokasi mesin tersebut dioperasikan.
2.      Rencana pelatihan baru dibuat setelah ada bagian yang membutuhkan pelatihan.
3.      Belum tersedia suatu sistem review dan pelaporan yang terdokumentasikan tentang penilaian efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pelatihan.
4.      Dana SDM tidak mencukupi untuk melanjutkan pelatihan karyawan sampai pada praktik lapangan secara intensif terkait dengan adanya mesin baru.
Akibat:
1.      Banyak karyawan menjadi kurang terampil ketika mengoperasikan mesin baru perusahaan.
2.      Tidak ada dokumentasi atau catatan yang bisa dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan.
3.      Tidak diketahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk peningkatan kualitas proses dan produk yang dihasilkan sehingga tidak ada umpan balik dalam peningkatan kualitas produk.
4.      Banyak bahan yang terbuang karena rusak dalam proses.
5.      Banyak tercipta produk yang gagal.
6.      Pesanan dari gerai-gerai yang merupakan ujung tombak penjualan semakin menurun.
7.      Terjadi pemborosan biaya produksi sehingga merugikan perusahaan.
Pejabat yang bertanggungjawab:
Direktur Utama dan Manajer SDM


Medan, 08 April 2013-04-07

No                   : 013/KAP/IV/2013
Lampiran         : 4 ekslemplar
Perihal             : Laporan Hasil Audit Manajemen

Kepada
Yth. Direktur PT Indojewel
Di Medan

            Kami telah melakukan audit atas Program Pelatihan Karyawan pada PT Indojewel untuk periode 2007/2008. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang Program Pelatihan Karyawan yang dilakukan oleh perusahaan. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai ekonomisasi (kehematan), efiseinsi (daya guna). Program Pelatihan Karyawan yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan keterampilan karyawan dalam mengoperasikan mesin baru yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan dimasa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih ekonomis, efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.
            Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab I               : Informasi Latar Belakang
Bab II              : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III                        : Rekomendasi
Bab IV                        : Ruang Lingkup Audit
            Dalam melakukan audit kami memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerjasama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik.


Kantor Akuntan Publik




Kris Palguna dan Rekan


Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen dimasa yang akan datang. Kelemahan ini dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu:
1.      Kelemahan yang terjadi pada program perencanaan pelatihan yang tidak terstruktur dan dipersiapkan dengan baik.
2.      Kelemahan yang terjadi pada saat dilakukannya proses pelatihan karyawan atas mesin baru perusahaan.
3.      Kelemahan yang terjadi karena kurangnya dana SDM untuk menignkatkan pelatihan kejenjang yang lebih tinggi.
Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Rekomendasi:
1.      Perusahaan harus membuat program perencanaan pelatihan karyawan secara jelas dan terstruktur serta dipersiapkan dengan baik sehingga program pelatihan dapat berjalan dengan maksimal dan karyawan bisa mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan.
2.      Perusahaan harus membuat kebijakan dalam hal penambhana dana atau penganggaran untuk pelatihan intensif dalam mempraktikan msein baru perusahaan agar para karyawan dapat lebih terampil mempraktikan mesin tersebut secara langsung dilapangan.
3.      Perusahaan harus melakukan penilaian atas keberhasilan pelatihan secara formal dan terdokumentasi sebagai pertanggungjawaban atas dilaksanakannya pelatihan sebagai acuan untuk melihat kinerja sejauh mana program pelatihan yang dilaksanakan.
4.      Manajer SDM harus membuat jadwal program pelatihan karyawan secara jelas khusus serta harus sesuai dengan topic, materi, dan metode pelatihan agar karyawan lebih terampil ketika akan mempraktikan apa yang telah dilatih.
Kepuasan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada Program Pelatihan Karyawan dimasa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar