Minggu, 04 Desember 2016

Manajemen Audit Kelompok 5



AKUNTANSI A - Kelompok 5
Adityo Akbar Ramadhan       13.06.1.0001
Nela Nurlela                           13.06.1.0011
Widya Pratiwi                        13.06.1.0022

Jawaban Studi Kasus No. 1 PT. INDOJEWEL
No.
Kondisi
Kriteria
Penyebab
Akibat
1.
Tidak tersedia cukup dana untuk melakukan program pelatihan karyawan. Perusahaan hanya menganggarkan biaya pelatihan sebesar 0,25% selama satu tahun dari laba bersih setelah pajak tahun sebelumnya
Pengelolaan program pelatihan karyawan harus didukung dengan anggaran yang memadai
Program pelatihan yang dilakukan disesuaikan dengan besarnya anggaran yang disetujui oleh Direktur Akuntansi dan Keuangan tanpa melihat apa yang dibutuhkan dalam pelatihan
Pelatihan yang dilakukan hanya berupa pelatihan klasikal dikelas sehingga tidak cukup waktu bagi karyawan untuk memahami materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut
2.
Perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan
Rencana pelatihan harus disusun secara periodik dengan menentukan pelatihan yang dibutuhkan karyawan
Rencana pelatihan baru dibuat setelah ada bagian yang membutuhkan pelatihan
Ketidaktuntasan program pengelolaan pelatihan karyawan hingga tahap akhir yang mengarah pada ketidaksempurnaan keterampilan dan kemahiran karyawan dalam mengoperasikan mesin baru
3.
Terjadi kegagalan produk pada tahun 2008 sebesar Rp. 825,25 juta
Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan harus dirumuskan dengan jelas dan disosialisasikan ke seluruh manajer lini untuk menurunkan kegagalan produk
perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan berdasarkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh para karyawan
Banyaknya produk gagal dalam proses produksi sehingga volume atau output produksi menjadi lebih kecil yang mengarah pada kenaikan harga pokok produksi tanpa peningkatan kualitas terhadap produk yang dihasilkan
4.
Pertanggungjawaban atas program pelatihan karyawan tidak dapat dilakukan
Laporan biaya dan kualitas pelatihan harus terdokumentasi untuk menyediakan informasi sebagai umpan balik dalam meningkatkan kualitas proses dan produk yang dihasilkan
Tidak ada penilaian keberhasilan secara formal tentang penilaian efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pelatihan
Tidak ada dokumen atau catatan yang bisa dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan sehingga tidak ada informasi mengenai peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.
5.
Pengembalian produk oleh pelanggan yang terjadi selama tahun 2008 sebesar 7,5%
Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan harus dirumuskan dengan jelas dan disosialisasikan ke seluruh manajer lini untuk menurunkan kegagalan produk
Perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan berdasarkan permintaan manajer lini yang harus terealisasi dalam waktu singkat tanpa melalui identifikasi untuk menentukan identifikasi untuk menentukan pelatihan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh para karyawan
Menurunnya volume penjualan akibat besarnya pengembalian produk oleh pelanggan



 Jawaban Studi Kasus No. 2 PT. INDOJEWEL


BAB I
INFORMASI LATAR BELAKANG
PT. Indojewel bergerak di bidang produksi perhiasan berbahan dasar mutiara dan emas. Mutiara yang digunakan adalah hasil pembudidayaan sendiri yang terintegrasi dalam rencana bisnis perusahaan, sedangkan emas diperoleh dari dalam negeri. Desain produk sudah cukup dikenal di pasar, merupakan hasil pengembangan bagian litbang perusahaan yang dipimpin oleh tenaga ahli di bidangnya.
Perusahaan mempekerjakan 1.500 karyawan tetap dan sekitar 750 karyawan kontrak yang dipekerjakan terutama sebagai staf produksi di divisi budidaya mutiara dan cleaning service di seluruh divisi perusahaan, dengan penghasilan rata-rata sebesar 250% dari UMK yang ditetapkan pemerintah.
Perusahaan menerapkan teknologi maju dalam produksi perhiasan dengan investasi sebesar Rp1,75 triliun untuk membeli peranti keras dan Rp500 miliar untuk membeli peranti
lunak termasuk sistem informasi, yang mengintegrasikan seluruh divisi ke dalam satu rangkaian operasi dan sistem pelaporan.
Pelatihan karyawan bersifat situasional, sesuai dengan permintaan manajer lini dan sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Susunan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
-       Direktur Utama                                 : Tn. Kevin Suparno
-       Direktur Akuntansi dan Keuangan   : Tn. Cecep Mulyadi
-       Direktur Pemasaran                          : Nn. Sandra Gultom
-       Direktur Produksi                             : Tn. Steve Handayana
-       Manager SDM                                  : Tn. Syam Nugroho
Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk:
1.      Menilai prosedur Pelatihan Karyawan yang dilakukan Perusahaan
2.      Menilai ekonomisasi, efisiensi dan efektivitas Pelatihan Karyawan yang telah dilaksanakan.
3.      Memberi berbagai saran atas kelemahan dalam pelaksanaan Pelatihan Karyawan yang ditemukan




BAB II
KESIMPULAN AUDIT
Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:

Kondisi:
1.        Tidak tersedia cukup dana untuk melakukan program pelatihan karyawan. Perusahaan hanya menganggarkan biaya pelatihan sebesar 0,25% selama satu tahun dari laba bersih setelah pajak tahun sebelumnya
2.        Perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan
3.        Terjadi kegagalan produk pada tahun 2008 sebesar Rp. 825,25 juta
4.        Pertanggungjawaban atas program pelatihan karyawan tidak dapat dilakukan
5.        Pengembalian produk oleh pelanggan yang terjadi selama tahun 2008 sebesar 7,5%

Kriteria:
1.        Pengelolaan program pelatihan karyawan harus didukung dengan anggaran yang memadai
2.        Rencana pelatihan harus disusun secara periodik dengan menentukan pelatihan yang dibutuhkan karyawan
3.        Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan harus dirumuskan dengan jelas dan disosialisasikan ke seluruh manajer lini untuk menurunkan kegagalan produk
4.        Laporan biaya dan kualitas pelatihan harus terdokumentasi untuk menyediakan informasi sebagai umpan balik dalam meningkatkan kualitas proses dan produk yang dihasilkan
5.        Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan harus dirumuskan dengan jelas dan disosialisasikan ke seluruh manajer lini untuk menurunkan kegagalan produk

Penyebab:
1.        Program pelatihan yang dilakukan disesuaikan dengan besarnya anggaran yang disetujui oleh Direktur Akuntansi dan Keuangan tanpa melihat apa yang dibutuhkan dalam pelatihan
2.        Rencana pelatihan baru dibuat setelah ada bagian yang membutuhkan pelatihan
3.        perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan berdasarkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh para karyawan
4.        Tidak ada penilaian keberhasilan secara formal tentang penilaian efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pelatihan
5.        Perusahaan tidak memiliki rencana pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan berdasarkan permintaan manajer lini yang harus terealisasi dalam waktu singkat tanpa melalui identifikasi untuk menentukan identifikasi untuk menentukan pelatihan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh para karyawan

Akibat:
1.      Pelatihan yang dilakukan hanya berupa pelatihan klasikal dikelas sehingga tidak cukup waktu bagi karyawan untuk memahami materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut
2.      Ketidaktuntasan program pengelolaan pelatihan karyawan hingga tahap akhir yang mengarah pada ketidaksempurnaan keterampilan dan kemahiran karyawan dalam mengoperasikan mesin baru
3.      Banyaknya produk gagal dalam proses produksi sehingga volume atau output produksi menjadi lebih kecil yang mengarah pada kenaikan harga pokok produksi tanpa peningkatan kualitas terhadap produk yang dihasilkan
4.      Tidak ada dokumen atau catatan yang bisa dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan sehingga tidak ada informasi mengenai peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.
5.      Menurunnya volume penjualan akibat besarnya pengembalian produk oleh pelanggan.




BAB III
REKOMENDASI

Hasil audit yag dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan utama adalah:
1.      Kelemahan yang terjadi pada prosedur pelatihan karyawan yang belum terencana dengan baik serta kurang terlatihnya karyawan dalam menggunakan mesin baru.
2.      Kelemahan yang terjadi pada proses pendokumentasian laporan atas hasil pelatihan karyawan.
Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi:
1.    Perusahaan harus membuat program pelatihan karyawan yang dilakukan secara periodik dan meningkatkan anggaran untuk mendukung pengelolaan pelatihan karyawan
2.    Perusahaan harus melakukan penilaian terhadap pelatihan karyawan untuk perbaikan dan melakukan benchmarking pada industri sejenis yang lebih berhasil dalam mengelola program pelatihan karyawan
3.    Perusahaan harus mendokumentasikan laporan biaya kualitas untuk menyediakan informasi sebagai umpan balik dalam meningkatkan kualitas proses dan produk yang dihasilkan.
4.    Pelatihan intensif dan terjadwal mesti dilakukan oleh karyawan, supaya mengefisienkan penggunaan sumber daya dalam proses produksi yang gagal.
5.    Memproduksi sedikit terlebih dahulu sampai karyawan menguasai mesin baru agar tidak terjadi pemborosan sumber daya.
Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada Pelatihan Karyawan di masa yang akan datang.


BAB IV
RUANG LINGKUP AUDIT
Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah Program Pelatihan Karyawan PT. Indojewel. Audit kami mencakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen Program Pelatihan Karyawan, personalia yang bertugas dalam program pelatihan karyawan, dan aktivitas Program Pelatihan Karyawan itu sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar