Nama: Sylvia Monica
Octavian(13.06.1.0018)
Intan Permatasari (13.06.1.0007)
Akuntansi A
Kasus : PT. SERAT SUTRA
DATAR TEMUAN AUDIT
1.Dari catatan penerimaan bahan baku 2006 rata-rata terjadi
kekurangan bahan baku sebanyak 15% dari kebutuhan produksi.Jadwal produksi
harus terintegrasidengan jadwal penerimaan bahan baku; bahan baku sudah
tersedia dansiap dilokasi pabrik 6 jam sebelum proses produksi
dimulaiPerencanaan kebutuhan bahan baku perusahaan (terutama untuk produk
berbahan dasar sutra yang masih diimpor) sering tidak tepat, sehinggan
kedatangan bahan baku sering terlambat.Proses produksi hanya mampu mencapai
kuantitas 90% dari produk yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan pelanggan
sesuai dengan jadwal pesanan yang telah ditetapkan.
2.Pada saat beberapa komponen mesin dibutuhkan sering belum
siap karena masih diperbaiki.Jadwal produksi harus terintegrasi dengan
pemeliharaan fasilitas produksi; mesin selalu dalam keadaan siap untuk
dioperasikan.Jadwal pemeliharaan mesin tidak selalu tepat dengan jadwal
penggunaannya.Terjadinya waktu tunggu untuk aktivitas produksi rata-rata 1 jam
dalam setiap hari.
3.Jadwal produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya
pemesanan dari pelanggan yang sifatnya mendadak, sehingga belum termasuk dalam
jadwal produksi yang telah ditetapkan.Perusahaan harus memiliki pedoman
tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya
tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agartidak mengganggu rencana produksi
dan pengiriman yang telah terjadwal.Perusahaan tidak (belum) memiliki pedoman
tertulis sebagai dasar untuk melakukan perubahan jadwal produksi jika terjadi
tambahan (perubahan) permintaan dari pelangganTertundanya pengiriman barang
yang terjadwal rata-rata 2 hari untuk setiap pesanan.
4.Jadwal penerimaan bahan baku dan perbaikan fasilitas
produksi tidak disesuaikan dengan terjadinyaperubahan pesanan dari
pelangganJadwal produksi harus selaras dengan jadwal pada fungsi-fungsi yang
lain.Operator mesin dan bagian pemeliharaan fasilitas produksi dikendalikan
oleh kepala bagian yang berbeda.Terhambatnya proses produksi rata-rata 18 jam
dalam 1 minggu.
5.Tidak adanya mekanisme penyesuaian (cross check)program
antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan fasilitas
produksi.Jadwal produksi harus mampu meminimumkan biaya persediaan, dimana
persediaan maksimum 5% dari produksi setiap bulan untuk setiap jenis
barang,Karena proses produksi harus berjalan terus, supervisor memerintahkan
untuk memproduksi terlebih dahulu produk yang bahan bakunya tersedia di lokasi
pabrik walaupun belum waktunya diproses.Terjadinya penumpukan persediaan
rata-rata sampai 15% untuk produk nonsutra.
KESIMPULAN AUDIT
Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit
yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
Kondisi:
1.Dari catatan penerimaan bahan baku 2006 rata-rata terjadi
kekurangan bahan baku sebanyak 15% dari kebutuhan produksi.
2.Pada saat beberapa komponen mesin dibutuhkan sering belum
siap karena masih diperbaiki.
3.Jadwal produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya
pemesanan dari pelanggan yang sifatnya mendadak, sehingga belum termasuk dalam
jadwal produksi yang telah ditetapkan.
4.Jadwal penerimaan bahan baku dan perbaikan fasilitas
produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya perubahan pesanan dari pelanggan
5.Tidak adanya mekanisme penyesuaian (cross check) program
antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan fasilitas
produksi.
Kriteria:
1.Jadwal produksi disusun berdasarkan rencana penjualan,
yang secara ketat menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal
produksi setiap jenis produk.
2.Jadwal produksi harus mampu meminimumkan :a.Biaya
persediaan, dimana persediaan maksimum 5% dari produksi setiap bulan untuk
setiap jenis barang,b.Biaya penyetelan (setup) mesin,c.Upah lembur,
dand.Pengangguran sumber daya.
3.Jadwal produksi harus terintegrasi dengan :a.Jadwal
penerimaan bahan baku; bahan baku sudah tersedia dan siap dilokasi pabrik 6 jam
sebelum proses produksi dimulai.b.Pemeliharaan fasilitas produksi; mesin selalu
dalam keadaan siap untuk dioperasikan.c.Pengiriman barang; barang jadi dikirim
paling lambat 7hari kerja sejak pesanan diterima.
4.Jadwal produksi harus mampu mengoptimalkan tingkat
penggunaan kapasitas produksi.
5.Jadwal produksi harus selaras dengan jadwal pada
fungsi-fungsi yang lain.
6.Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang
perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan)
pesanan pelanggan, agartidak mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang
telah terjadwal.
Penyebab:
1.Perencanaan kebutuhan bahan baku perusahaan (terutama
untuk produk berbahan dasar sutra yang masih diimpor) sering tidak tepat,
sehinggan kedatangan bahan baku sering terlambat.
2.Jadwal pemeliharaan mesin tidak selalu tepat dengan jadwal
penggunaannya.3.Perusahaan tidak (belum) memiliki pedoman tertulis sebagai
dasar untuk melakukan perubahan jadwal produksi jika terjadi tambahan
(perubahan) permintaan dari pelanggan.
4.Operator mesin dan bagian pemeliharaan fasilitas produksi
dikendalikan oleh kepala bagian yang berbeda.
5.Karena proses produksi harus berjalan terus, supervisor
memerintahkan untuk memproduksi terlebih dahulu produk yang bahan bakunya
tersedia di lokasi pabrik walaupun belum waktunya diproses.
Akibat:
1.Proses produksi hanya mampu mencapai kuantitas 90% dari
produk yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan pelanggan sesuai dengan jadwal
pesanan yangtelah ditetapkan.
2.Terjadinya waktu tunggu untuk aktivitas produksi rata-rata
1 jam dalam setiap hari.
3.Tertundanya pengiriman barang yang terjadwal rata-rata 2
hari untuk setiap pesanan.
4.Terhambatnya proses produksi rata-rata 18 jam dalam1
minggu.5.Terjadinya penumpukan persediaan rata-rata sampai 15% untuk produk
nonsutra.
REKOMENDASI
Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang
harus menjadi perhatian manajemen dimasa yang akan datang. Kelemahan ini dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1.Kelemahan yang terjadi pada perubahan penjadwalan produksi
yang tidak memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan perubahan
jadwal jika ada tambahan (perubahan) pesanan dari pelanggan
2.Kelemahan yang terjadi pada bagian produksi, pembelian
bahan baku, dan pemeliharaan fasilitas yang tidak melakukan mekanisme
penyesuaian program
3.Kelemahan yang terjadi pada jadwal pemeliharaan mesin yang
tidak selalu tepat dengan jadwal penggunaannyaAtas keseluruhan kelemahan yang
terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang
bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Rekomendasi:
1.Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang
perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan)
pesanan pelanggan, agartidak mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang
telah terjadwal.
2.Perusahaan harus membuat jadwal produksi yang disusun
berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat menghubungkan rencana
pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis produk.
3.Perusahaan harus membuat mekanisme penyesuaian (cross
check)program antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan
fasilitas produksi untuk mencegah terjadinya keterlambatan produksi.
4.Perusahaan harus membuat jadwal pemeliharaan mesin yang
tepat dengan jadwal penggunaannyaKeputusan untuk melakukan perbaikan atas
kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak
segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada
Keterlambatan Produksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar