Minggu, 04 Desember 2016

Manajemen Audit



NAMA     : ALVIN GUSTIAVIN                   
NPM         : 13.06.1.0028
KELAS    : AKUNTANSI A

Manajemen Audit

Soal Pertanyaan:
1.      Apa yang dimaksud dengan audit pemasaran?
2.      Apa tujuan dan manfaat audit pemasaran?
3.      Apa saja yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan auditor yang akan melaksanakan audit pemasaran? Sebutkan dan jelaskan
4.      Sebutkan dan jelaskan jenis audit pemasaran.
5.      Apa ruang lingkup audit pemasaran?
6.      Bagaimana lingkungan pemasaran mempengaruhi keputusan upaya pemasaran?
7.      Bagaimana audit terhadap strategi pemasaran dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan keakuratan strategi pemasarannya?
8.      Dalam audit atas system informasi pemasaran, apa yamg menjadi focus utama auditor untuk dapat megambil kesimpulan tentang keberadaan system informasi tersebut?
9.      Apa yang mendorong manajemen untuk melakukan audit pemasaran?
10.  Dalam melakukan audit atas fungsi pemasaran perusahaan, auditor melakukan review dan pengujian terhadap system pengendalian manajemen perusahaan, informasi apa yang yang digali auditor dalam penguijan dan review tersebut?

Jawab:
11.    Audit pemasaran adalah pengujian yang komprehensif, sistematis, independen dan dilakukan secara periodik terhadap lingkungan pemasaran, tujuan, strategi dan aktivitas perusahaan atau unit bisnis,untuk menentukan peluang dan area  permasalahan yang terjadi, serta merekomendasikan rencana tindakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan.

22.    Tujuan utama dari audit pemasaran adalah untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan dan merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeleminasi ancaman tersebut. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari audit ini, hasil audit ini dapat memberikan gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam  pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang diberikan auditor dapat menjadi alternatif solusi atas kekurangan yang terjadi sehingga perbaikan-perbaikan yang diperlukan segera dapat dilakukan.

33.  Pertama-tama manajemen menginginkan analisis menyeluruh terhadap fungsi pemasarannya untuk mengetahui adanya indikasi  berbagai permasalahan dan kemudian memilih salah satu (beberapa) permasalahan untuk diuji secara lebih rinci. Biaya dari audit menyeluruh yang cukup besar sering menjadi kendala pelaksanaan audit ini.

  4. Ada dua tipe audit pemasaran, pertama audit fungsional (vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa aktivitas dari departemen pemasaran seperti  periklanan atau penjualan dan membuat analisis terhadap bagian-bagian yang diaudit tersebut. Kedua adalah audit menyeluruh (horizontal) yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi pemasaran perusahaan.

55. Audit pemasaran dapat mencakup enam wilayah utama dalam pemasaran sebagai  berikut:
a.       Audit Lingkungan Pemasaran: Audit terhadap lingkungan pemasaran mencakup penilaian terhadap  pelanggan, pesaing, dan berbagai faktor lain yang memiliki pengaruh terhadap  perusahaan. Audit ini meliputi aspek lingkungan makro seperti ekonomi, teknologi, sosial dan politik
b.      Audit Strategi Pemasaran Audit ini bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara  jelas dinyatakan kemudian auditor harus menentukan pernyataan tujuan untuk kepentingan pengevaluasiannya.
c.       Auditor Organisasi Pemasaran Audit ini menilai kemampuan organisasi pemasaran dalam mencapai tujuan  perusahaan. Audit ini menentukan kemampuan tim pemasaran untuk secara efektif berinteraksi dengan bagian-bagian lain seperti litbang, keuangan,  pembelian dan sebagainya.
d.      Audit Sistem Pemasaran Audit ini menganalisis prosedur yang digunakan perusahaan untuk memperoleh informasi perencanaan dan pengendalian operasi pemasaran. Hal ini berhubungan dengan penilaian apakah perusahaan telah memiliki metode yang memadai atau tidak, untuk digunakan mengerjakan tugas-tugas rutin di  bidang pemasaran.
e.       Audit Produktivitas Pemasaran Audit ini menganalisis produktivitas dan profitabilitas produk, kelompok  pelanggan, atau unit analisis yang lain di dalam pemasaran. Analisis biaya  pemasaran adalah salah satu metode untuk menganalisis profitabilitas dan  produktivitas perusahaan.
f.       Audit Fungsi Pemasaran Audit ini merupakan audit vertikal atau analisis secara mendalam terhadap setiap elemen bauran pemasaran seperti produk, harga, distribusi, tenaga  penjual, periklanan, promosi dan lain-lain.

66.    Lingkungan adalah segala faktor yang berada di sekitar dan di dalam suatu subjek yang dapat mempengaruhi subjek itu sendiri. Sedangakan pemasaran, menurut Philip Kotler dan Amstrong adalah suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal-balik produk dan nilai dengan yang lain. Dari pengertian diatas dapat diartikan lingkungan pemasaran adalah pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi-mempengaruhi manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Dari pengertian tersebut dapat diartikan lingkungan pemasaran yaitu faktor – faktor yang dapat mempengaruhi keputusan manajemen untuk mempertahankan dan atau membangun produk supaya konsumen loyal terhadap produk yang diproduksi. Sehingga manajemen pemasaran harus terus mengawasi dan menyesuaikan diri terhadapa lingkungan yang selalu mengalami perubahan karena perubahan lingkungan dapat menjadikan peluang dan ancaman yang dapat memperngruhi perusahaan kedepannya.

77.   Audit terhadap strategi pemasaran bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara jelas dinyatakan dan kemudian auditor harus menentukan pernyataan tujuan untuk kepentingan pengevaluasiannya.
88.   Dalam sistem pemasaran perusahaan, sistem intelijen pemasaran menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan memadai mengenai  perkembangan pasar yang berkaitan dengan pelanggan, calon pelanggan, pesaing dan masyarakat. Sistem informasi perusahaan adalah orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, memilah, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi yang dibutuhkan pengambil keputusan pemasaran secara akurat dan tepat waktu. Sistem informasi pemasaran dirancang untuk menghubungkan kebutuhan manajemen terhadap informasi berbagai aktivitas pemasaran yang telah dilakukan dan memenuhi kebutuhan informasi tersebut dalam menjalankan fungsi manajerialnya. Suatu informasi pemasaran yang bermanfaat memiliki karakteristik sebagai berikut:
a)      Relevan, informasi ini dapat mempengaruhi keputusan manajemen (memiliki dmpak yang berbeda pada pengambilan keputusan bisnis)
b)       Cukup, informasi ini tersedia dalam jumlah yang cukup dan teruji keakuratannya.
c)      Kompeten, diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya dan dari proses  pengolahan (analisis) data yang tepat.
d)     Efisien, informasi harus diperoleh secara efisien. Pertimbangan biaya dan manfaat harus dijadikan dasar untuk menilai suatu informasi.
99.     Untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan dan merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeleminasi ancaman tersebut. Hasil audit dapat memberikan gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang diberikan auditor dapat menjadi alternatif solusi atas kekurangan yang terjadi sehingga perbaikan-perbaikan yang perlu segera dapat dilakukan.


110.  Informasi yang digali auditor dalam pengujian dan review yaitu:
·         Apakah departemen perusahaan memiliki pernyataan tujuan secara tertulis?
·         Apakah pemasaran perusahaan menyesuaikan tujuan dengan perubahan kondisi?
·         Apakah perusahaan memiliki rencana bisnis actual untuk dibandingkan nantinya dengan hasil yang dicapai?
·         Apakah upaya pemasaran perusahaan didukung oleh SDM yang memadai?
·         Apakah perusahaan telah menyusun upaya pemasarannya secara sistematis?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar