Rifqi Nur
Hayatun Nisa
NPM: 13.06.1.0015
Akuntansi A
Audit Manajemen Audit
Pemasaran
1.
Apa yang dimaksud
dengan audit pemasaran?
Jawaban:
Audit Pemasaran adalah pengujian yang
komprehensif, sistematis, independen, dan dilakukan secara periodik terhadap lingkungan
pemasaran, tujuan, strategi, dan aktivitas perusahaan atau unit bisnis, untuk
menentukan peluang dan area permaslahan yang terjadi, serta merekomendasikan
rencana tindakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan. Pada dasarnya
audit pemasaran lebih menekankan pada evaluasi terhadap bagaimana efektivitas
organisasi pemasaran dalam meningkatkan kinerjanya.
2.
Apa tujuan dan manfaat
audit pemasaran?
Jawaban:
Tujuan utama dari audit pemasaran adalah
untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan dan
merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeliminasi ancaman tersebut.
Sedangkan manfaat yang diperoleh dari audit ini, hasil audit dapat memberikan
gambaran yang objektif tentang kinerja
pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang diberikan
auditor dapat menjadi alternatif solusi atas kekurangan yang terjadi sehingga
perbaikan-perbaikan yang diperlukan segera dapat dilakukan.
3.
Apa saja yang menjadi
dasar pertimbangan dalam pemilihan auditor yang akan melaksanakan audit
pemasaran?sebutkan dan jelaskan!
Jawaban:
Pada
dasarnya pelaksana audit pemasaran bisa berasal dari dalam perusahaan (suatu
tim yang dibentuk, biasanya terdiri atas beberapa pejabat yang berasal dari
bagian di luar wilayah yang diaudit) atau juga berasal dari luar perusahaan
(konsultan atau akuntan eksternal). Kedua kelompok pelaksana audit ini memiliki
kelebihan dan kekurangan masing-masing. Audit yang dilaksanakan oleh pihak
internal biasanya kurang independen sehingga hasil auditnya kadang-kadang
dianggap kurang objektif. Tetapi dibalik kelemahan tersebut, audit yang
dilakukan pihak internal relatif lebih murah dari segi biaya. Penyebabnya
karena waktu audit yang cenderung lebih singkat karena pelaksana audit sudah
memiliki gambaran yang lengkap terhadap objek auditnya dan komunikasi dengan
berbagai pihak yang terlibat dalam audit dapat berjalan dengan lebih lancar.
Sementara jika audit dilakukan oleh pihak eksternal, dari segi objektivitas dan
independensi cukup mendapatkan pengakuan dari berbagai komponen pengguna asil
audit, karena auditor tidak memiliki kepentingan lain dari tugas audit. Akan
tetapi audit oleh kelompok ini cenderung membutuhkan biaya yang cukup besar.
Karena audit harus dilakukan secara independen, maka audit sebaiknya dilakukan
oleh pihak eksternal yang memiliki objektivitas dan independensi yang
diperlukan, pengalaman luas dalam berbagai industri, serta perhatian dan waktu
yang penuh untuk melakukan audit.
4.
Sebutkan dan jelaskan
jenis audit pemasaran!
Jawaban:
a)
Audit menyeluruh
(horizontal) merupakan yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi
pemasaran perusahaan.
b)
Audit fungsional
(vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa aktivitas dari
departemen pemasaran seperti periklanan atau penjualan dan membuat analisis
terhadap bagian-bagian yang diaudit tersebut.
5.
Apa saja ruang lingkup
audit pemasaran?
Jawaban:
a) Audit Lingkungan Pemasaran
Audit terhadap lingkungan pemasaran
mencakup penilaian terhadap pelanggan, pesaing, dan berbagai faktor lain yang
memiliki pengaruh terhadap perusahaan. Audit ini meliputi aspek lingkungan
makro seperti ekonomi, teknologi, sosia, dan politik.
b) Audit Strategi Pemasaran
Audit ini bertujuan untuk menentukan
bahwa perusahaan telah menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya,
sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan
strategi perusahaan tidak secara jelas dinyatakan dan kemudian auditor harus
menentukan pernyataan tujuan untuk kepentingan pengevaluasiannya.
c) Audit Organisasi Pemasaran
Audit ini menilai kemampuan
organisasi pemasaran dalam mencapai tujuan perusahaan. Audit ini menentukan
kemampuan tim pemasaran untuk secara efektif berinteraksi dengan bagian-bagian
lain seperti litbang, keuangan, pembelian, dan sebagainya.
d) Audit Sistem Pemasaran
Audit ini menganalisis prosedur yang
digunakan perusahaan untuk memeroleh informasi perencanaan dan pengandalian
operasi pemasaran. Hal ini berhubungan dengan penilaian apakah perusahaan telah
memiliki metode yang memadai atau tida, untuk digunakan mengrjakan tugas-tugas
rutin di bidang pemasaran.
e) Audit Produktivitas Pemasaran
Audit ini menganalisis produktivitas
dan profitabilitas produk, kelompok pelanggan, atau unit analisis yang lain di
dalam pemasaran. Analisis biaya pemasaran adalah salah satu metode untuk
menganalisis profitabilitas dan produktivitas pemasaran.
f) Audit Fungsi Pemasaran
Audit ini merupakan audit vertikal
atau analisis secara mendalam terhadap setiap elemen bauran pemasaran seperti
produk, harga, distribusi, tenga penjual, periklanan, promosi, dan lain-lain.
6.
Bagaimana lingkungan
pemasaran memengaruhi keputusan upaya pemasaran?
Jawaban:
Pada audit terhadap lingkungan
pemasaran mencakup penilaian terhadap pelanggan, pesaing, dan berbagai faktor
lain yang memiliki pengaruh terhadap perusahaan, sehingga hasil
dari analisis lingkungan
pemasaran ini memberikan gambaran berbagai
peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan perusahaan. Berdasarkan informasi ini
kemudian disusun suatu rencana pemasaran sebagai keputusan dalam upaya pemasaran.
Rencana yang telah disusun kemudian diimplementasikan ke dalam berbagai
program/ aktivitas pemasaran. Maka analisis lingkungan pemasaran ini merupakan
informasi penting yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
7.
Bagaimana audit terhadap
strategi pemasaran dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan keakuratan
strategi pemasarannya?
Jawaban:
Dalam
strategi pemasaran terdapat tujuan dan sasaran pemasaran perusahaan namun
terkadang terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara jelas
dinyatakan atau tidak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi maka dengan adanya
audit terhadap strategi pemasaran dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan
keakuratan strategi pemasaran karena dengan strategi pemasaran mampu membimbing
perencanaan pemasaran dan pengukuran kinerja sehingga misi bisnis perusahaan menjadi
jelas dan berorientasi pasar dengan mempertimbangkan sumber daya, posisi
persaingan dan peluang.
8.
Dalam audit atas sistem
informasi pemasaran, apa yang menjadi fokus utama auditor untuk dapat mengambil
kesimpulan tentang keberadaan sistem informasi tersebut?
Jawaban:
Pertama
sistem informasi pemasaran berinteraksi dengan manajer pemasaran unutk menilai
kebutuhan informasi oleh manajer pemasaran, selanjutnya system informasi ini
mengembangkan informasi yang dibutuhkan dari berbagai sumber informasi (catatan
internal, intelijen pemasaran, dan riset pemasaran). Analisis informasi memproses
informasi untuk menjadikannya lebih bermanfaat dan akhirnya sistem informasi
pemasaran mendistribusikan informasi kepada manajer pemasaran secara akurat dan
tepat waktu untuk membantu mereka dalam melaksanakan fungsi manajerialnya.
Sistem
informasi pemasaran dirancang untuk menghubungkan kebutuhan manajemen terhadap
informasi berbagai aktivitas pemasaran yang telah dilakukan dan memenuhi
kebuthan informasi tersebut dalam menjalankan fungsi manajerialnya. Diawali
dengan mengidentifikasi kebutuhan manajemen terhadap berbagai informasi sebagai
dasar pengambilan keputusannya, system informasi pemasaran mengelola sumber
informasi dan menganalisisnya sehingga kebutuhan informasi oleh manajemen dapat
terpenuhi secara akurat dan tepat waktu. Identifikasi ini sangat penting karena
tidak semua manajer mengetahui tentang informasi yang dibutuhkannya.
9.
Apa yang mendorong
manajemen untuk melakukan audit pemasaran?
Jawaban:
Manajemen
memliki tujuaan untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi
perusahaan dan merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeleminasi
ancaman tersebut. Hasil audit pemasaran dapat memberikan gambaran yang objektif
tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam
pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang
diberikan auditor dapat menjadi alternatif solusi atas kekurangan yang terjadi
sehingga perbaikan-perbaikan yang perlu segera dapat dilakukan.
10.
Dalam melakukan audit
atas fungsi pemasaran perusahaan, auditor melakukan review dan pengujian
terhadap sistem pengendalian manajemen perusahaan. Informasi apa yang digali
auditor dalam pengujian dan review tersebut?
Jawaban:
Informasi
yang digali auditor dalam pengujian dan review yaitu:
·
Apakah departemen
perusahaan memiliki pernyataan tujuan secara tertulis?
·
Apakah pemasaran
perusahaan menyesuaikan tujuan dengan perubahan kondisi?
·
Apakah perusahaan
memiliki rencana bisnis actual untuk dibandingkan nantinya dengan hasil yang
dicapai?
·
Apakah upaya pemasaran
perusahaan didukung oleh SDM yang memadai?
·
Apakah perusahaan telah
menyusun upaya pemasarannya secara sistematis?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar