Nama : Iswahyuni Pujaningsih
Npm : 13.06.1.0008
Kelas : Akuntansi A
AUDIT
MANAJEMEN
Audit
Pemasaran
1.
Apa yang dimaksud
dengan audit pemasaran?
Jawab:
Audit pemasaran adalah
pengujian yang komprehensif, sistematis, independen, dan dilakukan secara periodik
terhadap lingkungan pemasaran, tujuan, strategi, dan aktivitas perusahaan atau
unit bisnis, untuk menentukan peluang dan area permasalahan yang terjadi, serta
merekomendasikan rencana tindakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran
perusahaan.
2.
Apa tujuan dan manfaat
audit pemasaran?
Jawab:
·
Tujuan utama dari audit
pemasaran adalah untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi
perusahaan dan merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeleminasi
ancaman tersebut.
·
Manfaat yang diperoleh
dari audit ini, hasil audit ini dapat memberi gambaran yang objektif tentang
kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam
pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan.
3.
Apa saja yang menjadi
dasar pertimbangan dalam pemilihan auditor yang akan melaksanakan audit
pemasaran?sebutkan dan jelaskan!
Jawab:
Pada dasarnya pelaksana
audit pemasaran bisa berasal dari dalam perusahaan (suatu tim yang dibentuk,
biasanya terdiri atas beberapa pejabat yang berasal dari bagian di luar wilayah
yang diaudit) atau juga berasal dari luar perusahaan (konsultan atau akuntan
eksternal). Kedua kelompok pelaksana audit ini memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Audit yang dilaksanakan oleh pihak internal biasanya
kurang independen sehingga hasil auditnya kadang-kadang dianggap kurang
objektif. Tetapi dibalik kelemahan tersebut, audit yang dilakukan pihak
internal relative lebih murah dari segi biaya. Penyebabnya anatara lain: waktu
audit yang cenderung lebih singkat karena pelaksana audit sudah memiliki
gambaran yang lengkap terhadap objek auditnya dan komunikasi dengan berbagai
pihak yang terlibat dalam audit dapat berjalan dengan lebih lancar. Sementara
jika audit dilakukan oleh pihak eksternal, dari segi objektivitas dan independensi
cukup mendapatkan pengakuan dari berbagai komponen pengguna asil audit, karena
auditor tidak memiliki kepentingan lain dari tugas audit. Akan tetapi audit
oleh kelompok ini cenderung membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena audit
harus dilakukan secara independen, maka audit sebaiknya dilakukan oleh pihak
eksternal yang memiliki objektivitas dan independensi yang diperlukan,
pengalaman luas dalam berbagai industri, serta perhatian dan waktu yang penuh
untuk melakukan audit.
4.
Sebutkan dan jelaskan
jenis audit pemasaran!
Jawab:
·
Audit fungsional
(vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa aktivitas dari
departemen pemasaran seperti periklanan atau penjualan dan membuat analisis
terhadap bagian-bagian yang diaudit tersebut.
·
Audit menyeluruh
(horizontal) merupakan yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi
pemasaran perusahaan.
5.
Apa saja ruang lingkup
audit pemasaran?
Jawab:
·
Audit lingkungan
pemasaran, mencakup penilaian terhadap pelanggan, pesaing, dan berbagai faktor
lain yang memiliki pengaruh terhadap perusahaan. Audit ini meliputi aspek
lingkungan makro seperti ekonomi, teknologi, sosial, dan politik.
·
Aspek strategi
pemasaran, audit ini bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah
menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan
yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara
jelas dinyatakan dan kemudian auditor harus menentukan pernyataan tujuan untuk
kepentingan pengevaluasiannya.
·
Audit organisasi pemasaran,
audit ini menilai kemampuan organisasi pemasaran dalam mencapai tujuan
perusahaan. Audit ini menentukan kemampuan tim pemasaran untuk secara efektif
berinteraksi dengan bagian-bagian lain seperti litbang, keuangan, pembelian,
dan sebagainya.
·
Audit sistem pemasaran,
audit ini menganalisis prosedur yang
digunakan perusahaan untuk memperoleh informasi apakah perusahaan telah
memiliki metode yang memadai atau tidak, untuk digunakan mengerjakan
tugas-tugas rutin dibidang pemasaran.
·
Audit produktifitas
pemasaran, audit ini menganalisis produktivitas dan profitabilitas produk,
kelompok pelanggan atau unit analisis yang lain di dalam pemasaran. Analisis
biaya pemasaran adalah salah satu metode untuk menganalisis profitabilitas dan
produktivitas pemasaran.
·
Audit fungsi pemasaran,
audit ini merupakan audit vertikal atau analisis secara mendalam terhadap
setiap elemen bauran pemasaran seperti produk, harga, distribusi, tenaga
penjual, periklanan, promosi, dan lain-lain.
6.
Bagaimana lingkungan
pemasaran memengaruhi keputusan upaya pemasaran?
Jawab:
Perusahaan harus
melakukan analisis terhadap lingkungan pemasarannya untuk menentukan berbagai
ancaman yang mungkin dihadapi dan beberapa peluang yang mungkin untuk dikelola.
Disamping itu perusahaan juga harus melakukan analisis terhadap kekuatan dan
kelemahannya. Hasil analisis pemasaran ini merupakan informasi penting yang
digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pada fungsi perencanaan
pemasaran, implementasi pemasaran, dan pengendalian pemasaran.
7.
Bagaimana audit
terhadap strategi pemasaran dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan
keakuratan strategi pemasarannya?
Jawab:
Audit terhadap strategi
pemasaran bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah menetapkan strategi
yang selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering
terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara jelas dinyatakan dan
kemudian auditor harus menentukan pernyataan tujuan untuk kepentingan
pengevaluasiannya.
8.
Dalam audit atas sistem
informasi pemasaran, apa yang menjadi fokus utama auditor untuk dapat mengambil
kesimpulan tentang keberadaan sistem informasi tersebut?
Jawab:
Pertama sistem
informasi pemasaran berinteraksi dengan manajer pemasaran untuk menilai
kebutuhan informasi oleh manajer pemasaran, selanjutnya system informasi ini
mengembangkan informasi yang dibutuhkan dari berbagai sumber informasi (catatan
internal, intelijen pemasaran, dan riset pemasaran). Analisis informasi
memproses informasi untuk menjadikannya lebih bermanfaat dan akhirnya sistem
informasi pemasaran mendistribusikan informasi kepada manajer pemasaran secara
akurat dan tepat waktu untuk membantu mereka dalam melaksanakan fungsi
manajerialnya. Sistem informasi pemasaran dirancang untuk menghubungkan
kebutuhan manajemen terhadap informasi berbagai aktivitas pemasaran yang telah
dilakukan dan memenuhi kebuthan informasi tersebut dalam menjalankan fungsi
manajerialnya. Diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan manajemen terhadap
berbagai informasi sebagai dasar pengambilan keputusannya, system informasi
pemasaran mengelola sumber informasi dan menganalisisnya sehingga kebutuhan
informasi oleh manajemen dapat terpenuhi secara akurat dan tepat waktu.
Identifikasi ini sangat penting karena tidak semua manajer mengetahui tentang
informasi yang dibutuhkannya.
9.
Apa yang mendorong
manajemen untuk melakukan audit pemasaran?
Jawab:
Untuk mengidentifikasi
ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan dan merencanakan perbaikan yang
diperlukan untuk mengeleminasi ancaman tersebut. Hasil audit dapat memberikan
gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai
kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan
perbaikan. Rekomendasi yang diberikan auditor dapat menjadi alternatif solusi
atas kekurangan yang terjadi sehingga perbaikan-perbaikan yang perlu segera
dapat dilakukan.
10. Dalam
melakukan audit atas fungsi pemasaran perusahaan, auditor melakukan review dan
pengujian terhadap sistem pengendalian manajemen perusahaan. Informasi apa yang
digali auditor dalam pengujian dan review tersebut?
Jawab:
Informasi yang digali
auditor dalam pengujian dan review yaitu:
·
Apakah departemen
perusahaan memiliki pernyataan tujuan secara tertulis?
·
Apakah pemasaran
perusahaan menyesuaikan tujuan dengan perubahan kondisi?
·
Apakah perusahaan
memiliki rencana bisnis actual untuk dibandingkan nantinya dengan hasil yang
dicapai?
·
Apakah upaya pemasaran
perusahaan didukung oleh SDM yang memadai?
·
Apakah perusahaan telah
menyusun upaya pemasarannya secara sistematis?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar