Tugas Audit
Manajemen
Kelompok 04
Nama :
Widi Setia Renanda 14.06.2.0003
Deti Setiawati 13.06.1.0005
Vani Silvana 13.06.1.0021
Instruksi:
1)
Sebagai
auditor, Anda diminta untuk mengelompokkan temuan audit tersebut di atas ke
dalam kelompok kondisi, kriteria, penyebab, dan akibat.
Jawaban:
Berdasarkan temuan (bukti) yang
kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai
berikut:
Kondisi:
1)
Mesin baru yang digunakan perusahaan
telah dilengkapi manual penggunaannya, tetapi untuk memahami manual tersebut
dan mampu menggunakannya sesuai dengan standar manual tersebut perlu dilakukan
pelatihan intensif, dengan mempraktikkannya dilokasi mesin tersebut
dioperasikan. Sementara pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan klasikal di
kelas untuk memahami petunjuk tersebut. Konfirmasi kepada manajer SDM diperoleh
informasi tidak tersedia cukup dana untuk melanjutkan pelatihan sampai pada
praktik lapangan.
2)
Perusahaan tidak memiliki rencana
pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan berdasarkan permintaan
manajer lini yang harus terealisasi dalam waktu singkat tanpa melalui suatu
indentifikasi untuk menentukan pelatihan apa yang sesungguhnya dibutuhkan
karyawan.
3)
Perusahaan hanya menganggarkan biaya
pelatihan sebesar 0,25% selama satu tahun dari laba bersih setelah pajak tahun
sebelumnya. Untuk tahun 2008 biaya pelatihan didasarkan pada laba bersih
setelah pajak tahun 2007 yang mencapai sebesar 650,75 miliar.
4)
Terjadi penurunan produk gagal sebesar
18% dibanding sebesar 20% pada tahun lalu (penurunan produk gagal hanya 2%
saja).
5)
Tidak ada penilaian keberhasilan
pelatihan secara formal sehingga tidak ada dokumen atau catatan yang bisa
dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan.
6)
Dari hasil kuesioner yang disebarkan
kepada karyawan yang telah mengikuti pelatihan tahun 2008 diperoleh temuan
sebagai berikut:
a)
Sebesar 35% dari peserta menjawab bahwa
materi pelatihan sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan keterampilan.
b)
Sebesar 12,5% peserta menjawab metode
pelatihan sesuai dengan materi pelatihan yang diberikan.
c)
Hanya sebesar 35% menjawab
keterampilannya meningkat setelah mengikuti pelatihan.
d) Sebesar
80% peserta menjawab bahwa waktu pelatihan terlalu singkat dan tidak cukup
waktu bagi mereka untuk memahami materi yang diberikan dalam pelatihan
tersebut.
7)
Sebanyak 40% kegagalan produk terjadi
dalam proses produksi, 35% pada proses pengepakan, dan 25% pada proses
penggudangan dari keseluruhan biaya kegagalan yang terjadi pada tahun 2008
sebesar Rp. 825,25 juta.
8)
Pengembalian produk oleh pelanggan yang
terjadi selama tahun 2008 sebesar 7,5% dari total penjualan Rp. 7,5 triliun.
Kriteria:
1)
Tujuan pelatihan dan pengembangan
karyawan harus dirumuskan secara jelas dan disosialisasikan keseluruh manajer
lini. Tujuan pelatihan adalah untuk:
a)
Meningkatkan keterampilan karyawan.
b)
Menurunkan kegagalan produk sampai pada
tingkat 2,5%.
c)
Menurunkan pemborosan penggunaan sumber
daya.
d) Menurunkan
kecelakaan kerja karyawan serta meningkatkan motivasi kerja dan kebanggaan
karyawan terhadap pekerjaannya.
e)
Rencana pelatihan dan pengembangan
karyawan harus disusun secara periodik bersama dengan penyusunan anggaran
perusahaan.
f)
Program pelatihan dirumuskan berdasarkan
hasil identifikasi terhadap kebutuhan pelatihan sebelum program ditetapkan.
Identifikasi meliputi:
a.
Penetuan jenis dan bentuk keterampilan
yang dibutuhkan karyawan sehingga mampu berkontribusi maksimal kepada
pengusaha.
b.
Melakukan penilaian secara periodik
untuk mengidentifikasi topik pelatihan yang tepat.
c.
Melakukan penilaian pelatihan yang telah
dilakukan untuk mendapat umpan balik bagi perbaikan pelatihan berikutnya.
d.
Melakukan brnchmarketing pada industri
yang sama lebih berhasil dalam mengelola program pelatihan pengembangan.
2)
Pengelolaan pelatihan karyawan harus
didukung anggaran yang memadai.
3)
Laporan biaya kualitas harus
didokumentasi untuk menyediakan informasi sebagai umpan balik dalam
meningkatkan kualitas proses dan produk yang dihasilkan.
Penyebab:
1)
Pelatihan yang telah dilakukan adalah
pelatihan klasikal dikelas untuk memahami petunjuk (manual), pada hal untuk
memahami manual tersebut dan mampu menggunakan sesuai dengan standar manual
perlu dilakukan pelatihan intensif dengan mempraktikkannya dilokasi mesin
tersebut dioperasikan.
2)
Rencana pelatihan baru dibuat setelah
ada bagian yang membutuhkan pelatihan.
3)
Belum tersedia suatu sistem review dan
pelaporan yang terdokumentasi tentang penilaian efektivitas dan efisiensi
pelaksanaan pelatihan.
4)
Dana SDM tidak mencukupi untuk
melanjutkan pelatihan karyawan sampai pada praktik lapangan secara intensif
terkait dengan adanya mesin baru.
Akibat:
1)
Banyak karyawan menjadi kurang terampil
ketika mengoperasikan mesin baru perusahaan.
2)
Tidak ada dokumen/catatan yang bisa
dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan.
3)
Tidak diketahui berapa biaya yang
dikeluarkan untuk peningkatan kualitas proses dan produk yang dihasilkan
sehingga tidak ada umpan balik dalam peningkatan kualitas produk.
4)
Banyak bahan yang terbuang karena rusak
dalam proses.
5)
Banyak tercipta produk gagal.
6)
Pesanan dari gerai-gerai yang merupakan
ujung tombak penjualan semakin menurun.
7)
Terjadi pemborosan biaya produksi
sehingga merugikan perusahaan.
2)
Buat
laporan audit atas pelatihan karyawan ini, lengkapi kesimpulan audit anda
dengan temuan audit yang mendukung kesimpulan tersebut dan rumuskan rekomendasi
yang Anda berikan kepada PT Indojewel sebagai alternatif perbaikan pengelolaan
program pelatihan karyawan di masa depan.
Jawaban:
Laporan
Audit Manajemen
Medan, 8 April
2013-04-07
No : 013/KAP/IV/2013
Lampiran : 4
eksemplar
Perihal : Laporan Hasil Audit Manajemen
Kepada
Yth, Direktur
PT. Indojewel
Di Medan
Kami
telah melakukan audit atas Program Pelatihan Karyawan pada PT. Indojewel untuk
periode 2007/2008. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas
kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan
pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang
Program Pelatihan Karyawan yang dilakukan oleh perusahaan. Audit tersebut
dimaksudkan untuk menilai ekonomisasi (kehematan), efisiensi (daya guna), dan
efektivitas (hasil guna). Program Pelatihan Karyawan yang dilakukan dan
memberikan saran perbaikan atas kelemahan keterampilan karyawan dalam
mengoperasikan mesin baru yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan
dimasa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan
perusahaan dapat beroperasi dengan lebih ekonomis, efisien dan efektif dalam
mencapai tujuannya.
Hasil
audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab I :
Informasi Latar Belakang
Bab II :
Kesimpulan Audit yang didukung dengan Temuan Audit
Bab III :
Rekomendasi
Bab IV :
Ruang Lingkup Audit
Dalam
melakukan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerjasama
dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan
pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama
yang telah terjalin dengan baik.
Kantor Akuntan Publik
Kris Palguna dan Rekan
Bab
I
Informasi
Latar Belakang
PT. Indojewel
(selanjutnya disebut “perusahaan”) berlokasi di Jl. CR No. 7 Medan, didirikan
pada tanggal 13 April 1990 oleh para pendiri yang terdiri atas:
1.
Dr. Kevin Suparno
2.
Dr. Cecep Mulyadi
3.
Sandra Gultom
4.
Dr. Steve Handayana
PT.
Indojewel bergerak dibidang produksi perhiasan berbahan dasar mutiara dan emas.
Mutiara yang digunakan adalah hasil pembudidayaan sendiri yang terintegrasi
dalam rencana bisnis perusahaan, sedangkan emas diperoleh dari pasar dalam
negeri.
Perusahaan
memperkerjakan 1.500 karyawan tetap dan sekitar 750 karyawan kontrak yang
dipekerjakan terutama sebagai staf produksi di divisi budidaya mutiara dan
cleaning service diseluruh divisi perusahaan, dengan penghasilan rata-rata
sebesar 250% dari UMK yang ditetapkan pemerintah.
Perusahaan
menerapkan teknologi maju dalam produksiperhiasan dengan investasi sebesar Rp.
1,75 triliun untuk membeli peranti keras dan Rp. 500 miliar untuk membeli
peranti lunak termasuk sistem informasi yang mengintegrasikan seluruh divisi
kedalam satu rangkaian oprasi dan sistem pelaporan.
Perusahaan
karyawan yang dilakukan PT. Indojewel bersifat situasional, sesuai dengan permintaan
manajer lini dan sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Susunan direksi
perusahaan adalah sebagai berikut:
Direktur
Utama : Dr. Kevin Suparno
Direktur
Akuntansi dan Keuangan : Dr. Cecep Mulyadi
Direktur
Pemasaran :
Dr. Sandra Gulton
Direktur
Produksi :
Dr. Steve Handayana
Sedangkan
tujuan dilakukannya audit adalah untuk:
1.
Menilai kinerja pelatihan keterampilan
karyawan dalam mengoperasikan mesin baru perusahaan.
2.
Menilai ekonomisasi, efisiensi, dan
efektivitas program pelatihan karyawan yang dilakukan perusahaan.
3.
Memberikan berbagai saran dan perbaikan
atas kelemahan dalam program pelatihan karyawan yang ditemukan.
Bab
II
Kesimpulan
Audit
Berdasarkan temuan (bukti) yang
kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai
berikut:
Kondisi:
1)
Mesin baru yang digunakan perusahaan
telah dilengkapi manual penggunaannya, tetapi untuk memahami manual tersebut
dan mampu menggunakannya sesuai dengan standar manual tersebut perlu dilakukan
pelatihan intensif, dengan mempraktikkannya dilokasi mesin tersebut
dioperasikan. Sementara pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan klasikal di
kelas untuk memahami petunjuk tersebut. Konfirmasi kepada manajer SDM diperoleh
informasi tidak tersedia cukup dana untuk melanjutkan pelatihan sampai pada
praktik lapangan.
2)
Perusahaan tidak memiliki rencana
pelatihan periodik dan menentukan program pelatihan berdasarkan permintaan
manajer lini yang harus terealisasi dalam waktu singkat tanpa melalui suatu
indentifikasi untuk menentukan pelatihan apa yang sesungguhnya dibutuhkan
karyawan.
3)
Perusahaan hanya menganggarkan biaya
pelatihan sebesar 0,25% selama satu tahun dari laba bersih setelah pajak tahun
sebelumnya. Untuk tahun 2008 biaya pelatihan didasarkan pada laba bersih
setelah pajak tahun 2007 yang mencapai sebesar 650,75 miliar.
4)
Terjadi penurunan produk gagal sebesar
18% dibanding sebesar 20% pada tahun lalu (penurunan produk gagal hanya 2%
saja).
5)
Tidak ada penilaian keberhasilan
pelatihan secara formal sehingga tidak ada dokumen atau catatan yang bisa
dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan.
6)
Dari hasil kuesioner yang disebarkan
kepada karyawan yang telah mengikuti pelatihan tahun 2008 diperoleh temuan
sebagai berikut:
a)
Sebesar 35% dari peserta menjawab bahwa
materi pelatihan sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan keterampilan.
b)
Sebesar 12,5% peserta menjawab metode
pelatihan sesuai dengan materi pelatihan yang diberikan.
c)
Hanya sebesar 35% menjawab
keterampilannya meningkat setelah mengikuti pelatihan.
d) Sebesar
80% peserta menjawab bahwa waktu pelatihan terlalu singkat dan tidak cukup
waktu bagi mereka untuk memahami materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut.
7)
Sebanyak 40% kegagalan produk terjadi
dalam proses produksi, 35% pada proses pengepakan, dan 25% pada proses
penggudangan dari keseluruhan biaya kegagalan yang terjadi pada tahun 2008
sebesar Rp. 825,25 juta.
8)
Pengembalian produk oleh pelanggan yang
terjadi selama tahun 2008 sebesar 7,5% dari total penjualan Rp. 7,5 triliun.
Kriteria:
1)
Tujuan pelatihan dan pengembangan
karyawan harus dirumuskan secara jelas dan disosialisasikan keseluruh manajer
lini. Tujuan pelatihan adalah untuk:
a)
Meningkatkan keterampilan karyawan.
b)
Menurunkan kegagalan produk sampai pada
tingkat 2,5%.
c)
Menurunkan pemborosan penggunaan sumber
daya.
d) Menurunkan
kecelakaan kerja karyawan serta meningkatkan motivasi kerja dan kebanggaan
karyawan terhadap pekerjaannya.
e)
Rencana pelatihan dan pengembangan
karyawan harus disusun secara periodik bersama dengan penyusunan anggaran
perusahaan.
f)
Program pelatihan dirumuskan berdasarkan
hasil identifikasi terhadap kebutuhan pelatihan sebelum program ditetapkan.
Identifikasi meliputi:
a.
Penetuan jenis dan bentuk keterampilan
yang dibutuhkan karyawan sehingga mampu berkontribusi maksimal kepada
pengusaha.
b.
Melakukan penilaian secara periodik
untuk mengidentifikasi topik pelatihan yang tepat.
c.
Melakukan penilaian pelatihan yang telah
dilakukan untuk mendapat umpan balik bagi perbaikan pelatihan berikutnya.
d.
Melakukan brnchmarketing pada industri
yang sama lebih berhasil dalam mengelola program pelatihan pengembangan.
2)
Pengelolaan pelatihan karyawan harus
didukung anggaran yang memadai.
3)
Laporan biaya kualitas harus
didokumentasi untuk menyediakan informasi sebagai umpan balik dalam
meningkatkan kualitas proses dan produk yang dihasilkan.
Penyebab:
1)
Pelatihan yang telah dilakukan adalah
pelatihan klasikal dikelas untuk memahami petunjuk (manual), pada hal untuk
memahami manual tersebut dan mampu menggunakan sesuai dengan standar manual
perlu dilakukan pelatihan intensif dengan mempraktikkannya dilokasi mesin
tersebut dioperasikan.
2)
Rencana pelatihan baru dibuat setelah
ada bagian yang membutuhkan pelatihan.
3)
Belum tersedia suatu sistem review dan
pelaporan yang terdokumentasi tentang penilaian efektivitas dan efisiensi
pelaksanaan pelatihan.
4)
Dana SDM tidak mencukupi untuk
melanjutkan pelatihan karyawan sampai pada praktik lapangan secara intensif
terkait dengan adanya mesin baru.
Akibat:
1)
Banyak karyawan menjadi kurang terampil
ketika mengoperasikan mesin baru perusahaan.
2)
Tidak ada dokumen/catatan yang bisa
dipertanggungjawabkan atas penilaian hasil pelatihan yang telah dilakukan.
3)
Tidak diketahui berapa biaya yang
dikeluarkan untuk peningkatan kualitas proses dan produk yang dihasilkan
sehingga tidak ada umpan balik dalam peningkatan kualitas produk.
4)
Banyak bahan yang terbuang karena rusak
dalam proses.
5)
Banyak tercipta produk gagal.
6)
Pesanan dari gerai-gerai yang merupakan
ujung tombak penjualan semakin menurun.
7)
Terjadi pemborosan biaya produksi
sehingga merugikan perusahaan.
Pejabat
yang bertanggung jawab:
Direktur
Utama dan Manajer SDM
BAB
III
REKOMENDASI
Hasil audit yang dilakukan menemukan
beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen dimasa yang akan
datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1)
Kelemahan yang terjadi pada program
perencanaan pelatihan yang tidak terstruktur dan dipersiapkan dengan baik.
2)
Kelemahan yang terjadi pada saat
dilakukannya proses pelatihan karyawan atas mesin baru perusahaan.
3)
Kelemahan yang terjadi karena kurangnya
dana SDM untuk meningkatkan pelatihan kejenjang yang lebih tinggi.
Atas keseluruhan
kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah
perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Rekomendasi:
1)
Perusahaan harus membuat program
perencanaan pelatihan karyawan secara jelas dan terstruktur serta dipersiapkan
dengan baik sehingga program pelatihan dapat berjalan dengan maksimal dan
karyawan bisa mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan.
2)
Perusahaan harus membuat kebijakan dalam
hal penambahan dana atau anggaran untuk pelatihan intensif dalam mempraktikkan
mesin baru perusahaan agar para karyawan dapat lebih terampil mempraktikkan
mesin tersebut secara langsung dilapangan.
3)
Perusahaan harus melakukan penilaian
atas keberhasilan pelatiahan secara formal dan terdokumentasi sebagai pertanggungjawaban
atas dilaksanakannya pelatihan sebagai acuan untuk melihat kinerja sejauh mana
program pelatihan yang dilakukan.
4)
Manajer SDM harus membuat jadwal program
pelatihan karyawan secara jelas khusus serta harus sesuai dengan topik, materi,
dan metode pelatihan agar karyawan dapat lebih terampil ketika akan
mempratikkan apa yang telah dilatih.
Keputusan
untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen,
tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi
akibat yang lebih buruk pada Program Pelatihan Karyawan dimasa yang akan
datang.
BAB
IV
RUANG
LINGKUP AUDIT
Sesuai dengan penugasan yang kami
terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah Program Pelatihan
Karyawan PT. Indojewel untuk periode tahun 2007/2008. Audit kami mencakup
penilaian atas kecukupann sistem pengendalian manajemen Program Pelatihan
Karyawan, personalia yang bertugas dalam program pelatihan karyawan, dan
aktivitas Program Pelatihan Karyawan itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar