Minggu, 04 Desember 2016

Manajemen Audit Pemasaran



MANAJEMEN AUDIT

OLEH:
MELY CHAERUL AMALIYAH
13.06.1.0009

1.         Apa yang dimaksud dengan audit pemasaran?
Jawab:
Audit pemasaran adalah pengujian yang komprehensif, sistematis, independen, dan dilakukan secara periodik terhadapa lingkungan pemasaran, tujuan, strategi, dan aktivitas perusahaan atau unit bisnis, untuk menentukan peluang dan area permasalahan yang terjadi, serta merekomendasikan rencana tindakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan.
2.         Apa tujuan dan manfaat audit pemasaran?
Jawab:
Tujuan utama audit pemasaran adalah untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan dan merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeliminasi ancaman tersebut. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari audit ini, hasil audit dapat memberikan gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang diberikan auditor dapat menjadi alternatif solusi atas kekurangan yang terjadi sehingga perbaikan-perbaikan yang diperlukan segera dapat dilakukan.
3.         Apa saja yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan auditor yang akan melaksanakan audit pemasaran? Sebutkan dan jelaskan.
Jawab:
Pada dasarnya pelaksana audit pemasaran bisa berasal dari dalam perusahaan (suatu tim yang dibentuk, biasanya terdiri atas beberapa pejabat yang berasal dari bagian di luar wilayah yang diaudit) atau juga berasal dari luar perusahaan (konsultan atau akuntan eksternal). Kedua kelompok pelaksana audit ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Audit yang dilaksanakan oleh pihak internal biasanya kurang independen sehingga hasil auditnya kadang-kadang dianggap kurang objektif. Tetapi dibalik kelemahan tersebut, audit yang dilakukan pihak internal relative lebih murah dari segi biaya. Penyebabnya anatara lain: waktu audit yang cenderung lebih singkat karena pelaksana audit sudah memiliki gambaran yang lengkap terhadap objek auditnya dan komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam audit dapat berjalan dengan lebih lancar. Sementara jika audit dilakukan oleh pihak eksternal, dari segi objektivitas dan independensi cukup mendapatkan pengakuan dari berbagai komponen pengguna asil audit, karena auditor tidak memiliki kepentingan lain dari tugas audit. Akan tetapi audit oleh kelompok ini cenderung membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena audit harus dilakukan secara independen, maka audit sebaiknya dilakukan oleh pihak eksternal yang memiliki objektivitas dan independensi yang diperlukan, pengalaman luas dalam berbagai industri, serta perhatian dan waktu yang penuh untuk melakukan audit.
4.         Sebutkan dan jelaskan jenis audit pemasaran.
Jawab:
a.    Audit fungsional (vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa aktivitas dari departemen pemasaran seperti periklanan atau penjualan dan membuat analisis terhadap bagian-bagian yang diaudit tersebut.
b.    Audit menyeluruh (horizontal), yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi pemasaran perusahaan.
5.         Apa saja ruang lingkup audit pemasaran?
Jawab:
a.       Audit lingkungan pemasaran, mencakup penilaian terhadap pelanggan, pesaing, dan berbagai faktor lain yang memiliki pengaruh terhadap perusahaan. Audit ini meliputi aspek lingkungan makro seperti ekonomi, teknologi, sosial, dan politik.
b.      Audit strategi pemasaran, audit ini bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara jelas dinyatakan dan kemudian auditor harus menentukan pernyataan tujuan untuk kepentingan pengevaluasiannya.
c.       Audit organisasi pemasaran, audit ini menilai kemampuan organisasi pemasaran dalam mencapai tujuan perusahaan. Audit ini menentukan kemampuan tim pemasaran untuk secara efektif berinteraksi dengan bagian-bagian lain seperti litbang, keuangan, pembelian, dan sebagainya.
d.      Audit sistem pemasaran, audit ini menganalisis prosedur yang digunakan perusahaan untuk memperoleh informasi apakah perusahaan telah memiliki metode yang memadai atau tidak, untuk digunakan mengerjakan tugas-tugas rutin dibidang pemasaran.
e.       Audit produktivitas pemasaran, audit ini menganalisis produktivitas dan profitabilitas produk, kelompok pelanggan atau unit analisis yang lain di dalam pemasaran. Analisis biaya pemasaran adalah salah satu metode untuk menganalisis profitabilitas dan produktivitas pemasaran.
f.       Audit fungsi pemasaran, audit ini merupakan audit vertikal atau analisis secara mendalam terhadap setiap elemen bauran pemasaran seperti produk, harga, distribusi, tenaga penjual, periklanan, promosi, dan lain-lain.
6.         Bagaimana lingkungan pemasaran memengaruhi keputusan upaya pemasaran?
Jawab:
Perusahaan harus melakukan analisis terhadap lingkungan pemasarannya untuk menentukan berbagai ancaman yang mungkin dihadapi dan beberapa peluang yang mungkin untuk dikelola. Disamping itu perusahaan juga harus melakukan analisis terhadap kekuatan dan kelemahannya. Hasil analisis pemasaran ini merupakan informasi penting yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pada fungsi perencanaan pemasaran, implementasi pemasaran, dan pengendalian pemasaran.
7.         Bagaimana audit terhadap strategi pemasaran dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan keakuratan strategi pemasarannya?
Jawab:
Audit terhadap strategi pemasaran bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara jelas dinyatakan dan kemudian auditor harus menentukan pernyataan tujuan untuk kepentingan pengevaluasiannya.
8.         Dalam audit atas sistem informasi pemasaran, apa yang menjadi fokus utama auditor untuk dapat mengambil kesimpulan tentang keberadaan sistem informasi tersebut?
Jawab:
Pertama sistem informasi pemasaran berinteraksi dengan manajer pemasaran unutk menilai kebutuhan informasi oleh manajer pemasaran, selanjutnya system informasi ini mengembangkan informasi yang dibutuhkan dari berbagai sumber informasi (catatan internal, intelijen pemasaran, dan riset pemasaran). Analisis informasi memproses informasi untuk menjadikannya lebih bermanfaat dan akhirnya sistem informasi pemasaran mendistribusikan informasi kepada manajer pemasaran secara akurat dan tepat waktu untuk membantu mereka dalam melaksanakan fungsi manajerialnya.
Sistem informasi pemasaran dirancang untuk menghubungkan kebutuhan manajemen terhadap informasi berbagai aktivitas pemasaran yang telah dilakukan dan memenuhi kebuthan informasi tersebut dalam menjalankan fungsi manajerialnya. Diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan manajemen terhadap berbagai informasi sebagai dasar pengambilan keputusannya, system informasi pemasaran mengelola sumber informasi dan menganalisisnya sehingga kebutuhan informasi oleh manajemen dapat terpenuhi secara akurat dan tepat waktu. Identifikasi ini sangat penting karena tidak semua manajer mengetahui tentang informasi yang dibutuhkannya.
9.         Apa yang mendorong manajemen untuk melakukan audit pemasaran?
Jawab:
Untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan dan merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeleminasi ancaman tersebut. Hasil audit dapat memberikan gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Rekomendasi yang diberikan auditor dapat menjadi alternatif solusi atas kekurangan yang terjadi sehingga perbaikan-perbaikan yang perlu segera dapat dilakukan.
10.     Dalam melaksanakan audit atas fungsi pemasaran, auditor melakukan review dan pengujian terhadap sistem pengendalian manajemen perusahaan. informasi apa yang digali auditor dalam pengujian dan review tersebut?
Jawab:
Informasi yang digali auditor dalam pengujian dan review yaitu:
·      Apakah departemen perusahaan memiliki pernyataan tujuan secara tertulis?
·      Apakah pemasaran perusahaan menyesuaikan tujuan dengan perubahan kondisi?
·      Apakah perusahaan memiliki rencana bisnis actual untuk dibandingkan nantinya dengan hasil yang dicapai?
·      Apakah upaya pemasaran perusahaan didukung oleh SDM yang memadai?
·      Apakah perusahaan telah menyusun upaya pemasarannya secara sistematis?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar