MANAJEMEN AUDIT
OLEH:
MELY CHAERUL AMALIYAH
13.06.1.0009
1.
Apa
yang dimaksud dengan audit pemasaran?
Jawab:
Audit pemasaran adalah pengujian yang
komprehensif, sistematis, independen, dan dilakukan secara periodik terhadapa
lingkungan pemasaran, tujuan, strategi, dan aktivitas perusahaan atau unit
bisnis, untuk menentukan peluang dan area permasalahan yang terjadi, serta merekomendasikan
rencana tindakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan.
2.
Apa
tujuan dan manfaat audit pemasaran?
Jawab:
Tujuan utama audit pemasaran adalah
untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman pemasaran yang dihadapi perusahaan dan
merencanakan perbaikan yang diperlukan untuk mengeliminasi ancaman tersebut.
Sedangkan manfaat yang diperoleh dari audit ini, hasil audit dapat memberikan
gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai
kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan
perbaikan. Rekomendasi yang diberikan auditor dapat menjadi alternatif solusi
atas kekurangan yang terjadi sehingga perbaikan-perbaikan yang diperlukan
segera dapat dilakukan.
3.
Apa
saja yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan auditor yang akan
melaksanakan audit pemasaran? Sebutkan dan jelaskan.
Jawab:
Pada dasarnya pelaksana audit pemasaran
bisa berasal dari dalam perusahaan (suatu tim yang dibentuk, biasanya terdiri
atas beberapa pejabat yang berasal dari bagian di luar wilayah yang diaudit)
atau juga berasal dari luar perusahaan (konsultan atau akuntan eksternal).
Kedua kelompok pelaksana audit ini memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Audit yang dilaksanakan oleh pihak internal biasanya kurang
independen sehingga hasil auditnya kadang-kadang dianggap kurang objektif.
Tetapi dibalik kelemahan tersebut, audit yang dilakukan pihak internal relative
lebih murah dari segi biaya. Penyebabnya anatara lain: waktu audit yang
cenderung lebih singkat karena pelaksana audit sudah memiliki gambaran yang
lengkap terhadap objek auditnya dan komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat
dalam audit dapat berjalan dengan lebih lancar. Sementara jika audit dilakukan
oleh pihak eksternal, dari segi objektivitas dan independensi cukup mendapatkan
pengakuan dari berbagai komponen pengguna asil audit, karena auditor tidak
memiliki kepentingan lain dari tugas audit. Akan tetapi audit oleh kelompok ini
cenderung membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena audit harus dilakukan
secara independen, maka audit sebaiknya dilakukan oleh pihak eksternal yang
memiliki objektivitas dan independensi yang diperlukan, pengalaman luas dalam
berbagai industri, serta perhatian dan waktu yang penuh untuk melakukan audit.
4.
Sebutkan
dan jelaskan jenis audit pemasaran.
Jawab:
a. Audit
fungsional (vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa
aktivitas dari departemen pemasaran seperti periklanan atau penjualan dan
membuat analisis terhadap bagian-bagian yang diaudit tersebut.
b. Audit
menyeluruh (horizontal), yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi
pemasaran perusahaan.
5.
Apa
saja ruang lingkup audit pemasaran?
Jawab:
a. Audit
lingkungan pemasaran, mencakup penilaian terhadap pelanggan, pesaing, dan
berbagai faktor lain yang memiliki pengaruh terhadap perusahaan. Audit ini
meliputi aspek lingkungan makro seperti ekonomi, teknologi, sosial, dan politik.
b. Audit
strategi pemasaran, audit ini bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah
menetapkan strategi yang selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan
yang dihadapi. Sering terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara
jelas dinyatakan dan kemudian auditor harus menentukan pernyataan tujuan untuk
kepentingan pengevaluasiannya.
c. Audit
organisasi pemasaran, audit ini menilai kemampuan organisasi pemasaran dalam
mencapai tujuan perusahaan. Audit ini menentukan kemampuan tim pemasaran untuk
secara efektif berinteraksi dengan bagian-bagian lain seperti litbang,
keuangan, pembelian, dan sebagainya.
d. Audit
sistem pemasaran, audit ini menganalisis prosedur yang digunakan perusahaan
untuk memperoleh informasi apakah perusahaan telah memiliki metode yang memadai
atau tidak, untuk digunakan mengerjakan tugas-tugas rutin dibidang pemasaran.
e. Audit
produktivitas pemasaran, audit ini menganalisis produktivitas dan
profitabilitas produk, kelompok pelanggan atau unit analisis yang lain di dalam
pemasaran. Analisis biaya pemasaran adalah salah satu metode untuk menganalisis
profitabilitas dan produktivitas pemasaran.
f. Audit
fungsi pemasaran, audit ini merupakan audit vertikal atau analisis secara
mendalam terhadap setiap elemen bauran pemasaran seperti produk, harga,
distribusi, tenaga penjual, periklanan, promosi, dan lain-lain.
6.
Bagaimana
lingkungan pemasaran memengaruhi keputusan upaya pemasaran?
Jawab:
Perusahaan harus melakukan analisis
terhadap lingkungan pemasarannya untuk menentukan berbagai ancaman yang mungkin
dihadapi dan beberapa peluang yang mungkin untuk dikelola. Disamping itu
perusahaan juga harus melakukan analisis terhadap kekuatan dan kelemahannya.
Hasil analisis pemasaran ini merupakan informasi penting yang digunakan sebagai
dasar dalam pengambilan keputusan pada fungsi perencanaan pemasaran,
implementasi pemasaran, dan pengendalian pemasaran.
7.
Bagaimana
audit terhadap strategi pemasaran dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan
keakuratan strategi pemasarannya?
Jawab:
Audit terhadap strategi pemasaran
bertujuan untuk menentukan bahwa perusahaan telah menetapkan strategi yang
selaras dengan tujuannya, sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Sering
terjadi bahwa tujuan dan strategi perusahaan tidak secara jelas dinyatakan dan
kemudian auditor harus menentukan pernyataan tujuan untuk kepentingan
pengevaluasiannya.
8.
Dalam
audit atas sistem informasi pemasaran, apa yang menjadi fokus utama auditor
untuk dapat mengambil kesimpulan tentang keberadaan sistem informasi tersebut?
Jawab:
Pertama sistem informasi pemasaran
berinteraksi dengan manajer pemasaran unutk menilai kebutuhan informasi oleh
manajer pemasaran, selanjutnya system informasi ini mengembangkan informasi
yang dibutuhkan dari berbagai sumber informasi (catatan internal, intelijen
pemasaran, dan riset pemasaran). Analisis informasi memproses informasi untuk
menjadikannya lebih bermanfaat dan akhirnya sistem informasi pemasaran
mendistribusikan informasi kepada manajer pemasaran secara akurat dan tepat
waktu untuk membantu mereka dalam melaksanakan fungsi manajerialnya.
Sistem informasi pemasaran
dirancang untuk menghubungkan kebutuhan manajemen terhadap informasi berbagai
aktivitas pemasaran yang telah dilakukan dan memenuhi kebuthan informasi
tersebut dalam menjalankan fungsi manajerialnya. Diawali dengan
mengidentifikasi kebutuhan manajemen terhadap berbagai informasi sebagai dasar
pengambilan keputusannya, system informasi pemasaran mengelola sumber informasi
dan menganalisisnya sehingga kebutuhan informasi oleh manajemen dapat terpenuhi
secara akurat dan tepat waktu. Identifikasi ini sangat penting karena tidak
semua manajer mengetahui tentang informasi yang dibutuhkannya.
9.
Apa
yang mendorong manajemen untuk melakukan audit pemasaran?
Jawab:
Untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman
pemasaran yang dihadapi perusahaan dan merencanakan perbaikan yang diperlukan
untuk mengeleminasi ancaman tersebut. Hasil audit dapat memberikan gambaran
yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang
terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan.
Rekomendasi yang diberikan auditor dapat menjadi alternatif solusi atas
kekurangan yang terjadi sehingga perbaikan-perbaikan yang perlu segera dapat
dilakukan.
10.
Dalam
melaksanakan audit atas fungsi pemasaran, auditor melakukan review dan
pengujian terhadap sistem pengendalian manajemen perusahaan. informasi apa yang
digali auditor dalam pengujian dan review
tersebut?
Jawab:
Informasi yang digali auditor dalam
pengujian dan review yaitu:
· Apakah
departemen perusahaan memiliki pernyataan tujuan secara tertulis?
· Apakah
pemasaran perusahaan menyesuaikan tujuan dengan perubahan kondisi?
· Apakah
perusahaan memiliki rencana bisnis actual untuk dibandingkan nantinya dengan
hasil yang dicapai?
· Apakah
upaya pemasaran perusahaan didukung oleh SDM yang memadai?
· Apakah
perusahaan telah menyusun upaya pemasarannya secara sistematis?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar