Senin, 26 Desember 2016

Tugas Kelompok 5 PT. Serat Sutra

AKUNTANSI A - Kelompok 5
Adityo Akbar Ramadhan     13.06.1.0001
Nela Nurlela                           13.06.1.0011
                                                           Widya Pratiwi                        13.06.1.0022

Jawaban Studi Kasus Pada Pabrik Tekstil PT. Serat Sutra
No.
Kondisi
Kriteria
Penyebab
Akibat
1.
Perencanaan kebutuhan bahan baku perusahaan (terutama untuk produk berbahan dasar sutra yang masih diimpor) sering tidak tepat.
Jadwal produksi harus terintegrasi dengan jadwal penerimaan bahan baku; bahan baku sudah tersedia dan siap dilokasi pabrik 6 jam sebelum proses produksi dimulai.
Kedatangan bahan baku sering terlambat sehingga terjadi kekurangan bahan baku sebanyak 15% dari kebutuhan produksi.
Proses produksi hanya mampu mencapai kuantitas 90% dari produk yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan pelanggan sesuai jadwal pengiriman yang ditetapkan.
2.
Karena proses produksi harus terus berjalan, supervisor memerintahkan untuk memproduksi terlebih dahulu produk yang bahan bakunya tersedia di lokasi pabrik, walaupun belum waktunya diproses.
Jadwal produksi disusun berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis produk.
Tidak ada mekanisme penyesuaian (cross check) program antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan fasilitas produksi untuk mencegah terjadinya keterlambatan produksi.
Terjadi penumpukan persediaan rata-rata sampai 15% untuk produk nonsutra.
3.
Jadwal pemeliharaan mesin tidak selalu tepat dengan jadwal penggunaannya, sehingga pada saat beberapa komponen mesin dibutuhkan sering belum siap karena masih diperbaiki.
Jadwal produksi harus terintegrasi dengan pemeliharaan fasilitas produksi.
Mesin selalu dalam keadaan tidak siap untuk dioperasikan karena masih diperbaiki.
Terjadinya waktu tunggu rata-rata 1 jam setiap hari dalam proses produksi.
4.
Jadwal produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya pemesanan dari pelanggan yang sifatnya mendadak.
Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang telah terjadwal.
Perusahaan tidak (belum) memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan tambahan (perubahan) jadwal produksi.
Tertundanya pengiriman barang yang terjadwal rata-rata 2 hari untuk setiap pesanan.
5.
Jadwal penerimaan bahan baku dan perbaikan fasilitas produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya perubahan pesanan dari pelanggan
Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang telah terjadwal.
Perusahaan tidak (belum) memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan perubahan jadwal produksi jika terjadi tambahan (perubahan) permintaan dari pelanggan.
Proses produksi terhambat rata-rata 18 jam dalam 1 minggu.
6.
Terjadi pembatalan pesanan dan beberapa pelanggan di kawasan Timur Tengah bahkan menunda pembayaran sebagai jaminan bahwa perusahaan akan memenuhi pesanan berikutnya
Jadwal produksi harus terintegrasi dengan pengiriman barang; barang jadi dikirim paling lambat 7 hari kerja sejak pesanan diterima.
Beberapa kali terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan
Laba perusahaan menurun selama 2 tahun terakhir secara signifikan.
7.
Perusahaan tidak mampu menempatkan barangnya di pasar tepat waktu dalam kuantitas sesuai dengan kebutuhan
Jadwal produksi disusun berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis produk.
Terjadi pembatalan pesanan dan penurunan daya serap pasar dalam negeri
Pasar dalam negeri mengalami penurunan sebesar 7,5% dari volume penjualan tahun lalu yang mencapai 525 miliar.

KESIMPULAN AUDIT
Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:
Kondisi:
  1.  Perencanaan kebutuhan bahan baku perusahaan (terutama untuk produk berbahan dasar sutra yang masih diimpor) sering tidak tepat.
  2. Karena proses produksi harus terus berjalan, supervisor memerintahkan untuk memproduksi terlebih dahulu produk yang bahan bakunya tersedia di lokasi pabrik, walaupun belum waktunya diproses.
  3. Jadwal pemeliharaan mesin tidak selalu tepat dengan jadwal penggunaannya, sehingga pada saat beberapa komponen mesin dibutuhkan sering belum siap karena masih diperbaiki.
  4. Jadwal produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya pemesanan dari pelanggan yang sifatnya mendadak.
  5.  Jadwal penerimaan bahan baku dan perbaikan fasilitas produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya perubahan pesanan dari pelanggan.
  6. Terjadi pembatalan pesanan dan beberapa pelanggan di kawasan Timur Tengah bahkan menunda pembayaran sebagai jaminan bahwa perusahaan akan memenuhi pesanan berikutnya.
  7. Perusahaan tidak mampu menempatkan barangnya di pasar tepat waktu dalam kuantitas sesuai dengan kebutuhan.


Kriteria:
  1. Jadwal produksi harus terintegrasi dengan :
  2. Jadwal penerimaan bahan baku; bahan baku sudah tersedia dan siap dilokasi pabrik 6 jam sebelum proses produksi dimulai. Jadwal pemeliharaan fasilitas produksi; mesin selalu dalam keadaan siap untuk dioperasikan. Pengiriman barang; barang jadi dikirim paling lambat 7 hari kerja sejak pesanan diterima.
  3. Jadwal produksi disusun berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis produk.
  4. Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang telah terjadwal

Penyebab
  1. Kedatangan bahan baku sering terlambat sehingga terjadi kekurangan bahan baku sebanyak 15% dari kebutuhan produksi
  2.  Tidak ada mekanisme penyesuaian (cross check) program antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan fasilitas produksi untuk mencegah terjadinya keterlambatan produksi.
  3.  Mesin selalu dalam keadaan tidak siap untuk dioperasikan karena masih diperbaiki.
  4. Perusahaan tidak (belum) memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan perubahan jadwal produksi jika terjadi tambahan (perubahan) permintaan dari pelanggan.
  5.  Beberapa kali terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan.
  6. Terjadi pembatalan pesanan dan penurunan daya serap pasar dalam negeri


Akibat:
  1. Proses produksi hanya mampu mencapai kuantitas 90% dari produk yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan pelanggan sesuai jadwal pengiriman yang ditetapkan.
  2.  Terjadi penumpukan persediaan rata-rata sampai 15% untuk produk nonsutra
  3.  Terjadinya waktu tunggu rata-rata 1 jam setiap hari dalam proses produksi.
  4. Tertundanya pengiriman barang yang terjadwal rata-rata 2 hari untuk setiap pesanan.
  5. Proses produksi terhambat rata-rata 18 jam dalam 1 minggu.
  6.    Laba perusahaan menurun selama 2 tahun terakhir secara signifikan.
  7.  Pasar dalam negeri mengalami penurunan sebesar 7,5% dari volume penjualan tahun lalu yang mencapai 525 miliar.




REKOMENDASI

Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen dimasa yang akan datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
  1. Kelemahan yang terjadi pada perubahan jadwal produksi yang tidak memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan perubahan jadwal jika ada tambahan (perubahan) pesanan dari pelanggan
  2. Kelemahan yang terjadi pada bagian produksi, pembelian bahan baku, dan pemeliharaan fasilitas yang tidak melakukan mekanisme penyesuaian program
  3. Kelemahan yang terjadi pada jadwal pemeliharaan mesin yang tidak selalu tepat dengan jadwal penggunaannya

Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi:
  1. Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang telah terjadwal.
  2. Perusahaan harus membuat jadwal produksi yang disusun berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis produk.
  3. Perusahaan harus membuat mekanisme penyesuaian (cross check) program antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan fasilitas produksi untuk mencegah terjadinya keterlambatan produksi.
  4. Perusahaan harus membuat jadwal pemeliharaan mesin yang tepat dengan jadwal penggunaannya 

Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada keterlambatan produksi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar