AKUNTANSI A - Kelompok 5
Adityo
Akbar Ramadhan 13.06.1.0001
Nela
Nurlela 13.06.1.0011
Widya Pratiwi 13.06.1.0022
Jawaban
Studi Kasus Pada Pabrik Tekstil PT. Serat Sutra
|
No.
|
Kondisi
|
Kriteria
|
Penyebab
|
Akibat
|
|
1.
|
Perencanaan
kebutuhan bahan baku perusahaan (terutama untuk produk berbahan dasar sutra
yang masih diimpor) sering tidak tepat.
|
Jadwal
produksi harus terintegrasi dengan jadwal penerimaan bahan baku; bahan baku
sudah tersedia dan siap dilokasi pabrik 6 jam sebelum proses produksi
dimulai.
|
Kedatangan
bahan baku sering terlambat sehingga terjadi kekurangan bahan baku sebanyak
15% dari kebutuhan produksi.
|
Proses
produksi hanya mampu mencapai kuantitas 90% dari produk yang dibutuhkan untuk
memenuhi pesanan pelanggan sesuai jadwal pengiriman yang ditetapkan.
|
|
2.
|
Karena
proses produksi harus terus berjalan, supervisor memerintahkan untuk
memproduksi terlebih dahulu produk yang bahan bakunya tersedia di lokasi
pabrik, walaupun belum waktunya diproses.
|
Jadwal
produksi disusun berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat
menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis
produk.
|
Tidak
ada mekanisme penyesuaian (cross check)
program antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan
fasilitas produksi untuk mencegah terjadinya keterlambatan produksi.
|
Terjadi
penumpukan persediaan rata-rata sampai 15% untuk produk nonsutra.
|
|
3.
|
Jadwal
pemeliharaan mesin tidak selalu tepat dengan jadwal penggunaannya, sehingga
pada saat beberapa komponen mesin dibutuhkan sering belum siap karena masih
diperbaiki.
|
Jadwal
produksi harus terintegrasi dengan pemeliharaan fasilitas produksi.
|
Mesin
selalu dalam keadaan tidak siap untuk dioperasikan karena masih diperbaiki.
|
Terjadinya
waktu tunggu rata-rata 1 jam setiap hari dalam proses produksi.
|
|
4.
|
Jadwal
produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya pemesanan dari pelanggan yang
sifatnya mendadak.
|
Perusahaan
harus memiliki pedoman tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang
diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak
mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang telah terjadwal.
|
Perusahaan
tidak (belum) memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan
tambahan (perubahan) jadwal produksi.
|
Tertundanya
pengiriman barang yang terjadwal rata-rata 2 hari untuk setiap pesanan.
|
|
5.
|
Jadwal
penerimaan bahan baku dan perbaikan fasilitas produksi tidak disesuaikan
dengan terjadinya perubahan pesanan dari pelanggan
|
Perusahaan
harus memiliki pedoman tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang
diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak
mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang telah terjadwal.
|
Perusahaan
tidak (belum) memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan
perubahan jadwal produksi jika terjadi tambahan (perubahan) permintaan dari
pelanggan.
|
Proses
produksi terhambat rata-rata 18 jam dalam 1 minggu.
|
|
6.
|
Terjadi
pembatalan pesanan dan beberapa pelanggan di kawasan Timur Tengah bahkan
menunda pembayaran sebagai jaminan bahwa perusahaan akan memenuhi pesanan
berikutnya
|
Jadwal
produksi harus terintegrasi dengan pengiriman barang; barang jadi dikirim
paling lambat 7 hari kerja sejak pesanan diterima.
|
Beberapa
kali terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan
|
Laba
perusahaan menurun selama 2 tahun terakhir secara signifikan.
|
|
7.
|
Perusahaan
tidak mampu menempatkan barangnya di pasar tepat waktu dalam kuantitas sesuai
dengan kebutuhan
|
Jadwal
produksi disusun berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat
menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis
produk.
|
Terjadi
pembatalan pesanan dan penurunan daya serap pasar dalam negeri
|
Pasar
dalam negeri mengalami penurunan sebesar 7,5% dari volume penjualan tahun
lalu yang mencapai 525 miliar.
|
KESIMPULAN AUDIT
Berdasarkan temuan (bukti) yang kami
peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai
berikut:
Kondisi:
- Perencanaan kebutuhan bahan baku perusahaan (terutama untuk produk berbahan dasar sutra yang masih diimpor) sering tidak tepat.
- Karena proses produksi harus terus berjalan, supervisor memerintahkan untuk memproduksi terlebih dahulu produk yang bahan bakunya tersedia di lokasi pabrik, walaupun belum waktunya diproses.
- Jadwal pemeliharaan mesin tidak selalu tepat dengan jadwal penggunaannya, sehingga pada saat beberapa komponen mesin dibutuhkan sering belum siap karena masih diperbaiki.
- Jadwal produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya pemesanan dari pelanggan yang sifatnya mendadak.
- Jadwal penerimaan bahan baku dan perbaikan fasilitas produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya perubahan pesanan dari pelanggan.
- Terjadi pembatalan pesanan dan beberapa pelanggan di kawasan Timur Tengah bahkan menunda pembayaran sebagai jaminan bahwa perusahaan akan memenuhi pesanan berikutnya.
- Perusahaan tidak mampu menempatkan barangnya di pasar tepat waktu dalam kuantitas sesuai dengan kebutuhan.
Kriteria:
- Jadwal produksi harus terintegrasi dengan :
- Jadwal penerimaan bahan baku; bahan baku sudah tersedia dan siap dilokasi pabrik 6 jam sebelum proses produksi dimulai. Jadwal pemeliharaan fasilitas produksi; mesin selalu dalam keadaan siap untuk dioperasikan. Pengiriman barang; barang jadi dikirim paling lambat 7 hari kerja sejak pesanan diterima.
- Jadwal produksi disusun berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis produk.
- Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang telah terjadwal
Penyebab
- Kedatangan bahan baku sering terlambat sehingga terjadi kekurangan bahan baku sebanyak 15% dari kebutuhan produksi
- Tidak ada mekanisme penyesuaian (cross check) program antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan fasilitas produksi untuk mencegah terjadinya keterlambatan produksi.
- Mesin selalu dalam keadaan tidak siap untuk dioperasikan karena masih diperbaiki.
- Perusahaan tidak (belum) memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan perubahan jadwal produksi jika terjadi tambahan (perubahan) permintaan dari pelanggan.
- Beberapa kali terjadi keterlambatan pemenuhan pesanan.
- Terjadi pembatalan pesanan dan penurunan daya serap pasar dalam negeri
Akibat:
- Proses produksi hanya mampu mencapai kuantitas 90% dari produk yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan pelanggan sesuai jadwal pengiriman yang ditetapkan.
- Terjadi penumpukan persediaan rata-rata sampai 15% untuk produk nonsutra
- Terjadinya waktu tunggu rata-rata 1 jam setiap hari dalam proses produksi.
- Tertundanya pengiriman barang yang terjadwal rata-rata 2 hari untuk setiap pesanan.
- Proses produksi terhambat rata-rata 18 jam dalam 1 minggu.
- Laba perusahaan menurun selama 2 tahun terakhir secara signifikan.
- Pasar dalam negeri mengalami penurunan sebesar 7,5% dari volume penjualan tahun lalu yang mencapai 525 miliar.
REKOMENDASI
Hasil
audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen
dimasa yang akan datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
- Kelemahan yang terjadi pada perubahan jadwal produksi yang tidak memiliki pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan perubahan jadwal jika ada tambahan (perubahan) pesanan dari pelanggan
- Kelemahan yang terjadi pada bagian produksi, pembelian bahan baku, dan pemeliharaan fasilitas yang tidak melakukan mekanisme penyesuaian program
- Kelemahan yang terjadi pada jadwal pemeliharaan mesin yang tidak selalu tepat dengan jadwal penggunaannya
Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan
rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen
untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Rekomendasi:
- Perusahaan harus memiliki pedoman tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak mengganggu rencana produksi dan pengiriman yang telah terjadwal.
- Perusahaan harus membuat jadwal produksi yang disusun berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis produk.
- Perusahaan harus membuat mekanisme penyesuaian (cross check) program antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan fasilitas produksi untuk mencegah terjadinya keterlambatan produksi.
- Perusahaan harus membuat jadwal pemeliharaan mesin yang tepat dengan jadwal penggunaannya
Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini
sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera
diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada
keterlambatan produksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar