LAPORAN
AUDIT ATAS KETERLAMBATAN PRODUKSI DI PABRIK TEKSTIL MILIK PT. SERAT SUTRA
Diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas Mata Kuliah Audit Manajemen
Dosen: Yogi Ginanjar, SE
Oleh:
Kelompok 4:
Deti
Setiawati (13.06.1.0005)
Vani Silvana (13.06.1.0021)
Widi Setia Renanda (13.06.2.0003)

PROGRAM
STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
MAJALENGKA
2016
Surabaya, 11
Maret 2007
No :
015/KAP/IV/2007
Lampiran :
4 eksemplar
Perihal :
Laporan Hasil Audit Manajemen
Kepada:
Yth. Direktur
PT. Serat Sutra
Di Surabaya
Kami telah melakukan audit atas
Keterlambatan Produksi di Pabrik Tekstil PT. Serat Sutra untuk periode 2006/2007.
Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan
keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas
laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang Keterlambatan
Produksi yang terjadi dalam perusahaan. Audit tersebut dimaksudkan untuk
menilai ekonomisasi (kehematan), efisiensi (daya guna), dan efektivitas (hasil
guna). Audit atas Keterlambatan
Produksi yang dilakukan diharapkan dapat memberikan saran perbaikan atas
keterlambatan sistem produksi yang mengakibatkan keterlambatan pengiriman
barang pada pelanggan sehingga diharapkan dimasa yang akan datang dapat dicapai
perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih
ekonomis, efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.
Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit
yang meliputi:
Bab I : Informasi Latar Belakang
Bab II : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III : Rekomendasi
Bab IV : Ruang Lingkup Audit
Dalam melakukan audit kami telah
memperoleh banyak bantuan, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak baik
jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini.
Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin
dengan baik ini.
Kantor
Akuntan Publik & Management
Consultant
Rawiatmaja Tn. Pram Sanjaya dan Rekan
Dr. Pram
Sanjaya, S.E., M.M., Ak., BAP.
Bab I
Informasi Latar Belakang
PT. Serat Sutra (selanjutnya disebut
“perusahaan”) berlokasi di Surabaya, didirikan tanggal 15 April1995 oleh para
pendiri yang terdiri atas:
1.
Ny. Shri Utami
2.
Tn. Hendro Sukantja
3.
Ny. Trini Ray
PT. Serat Sutra bergerak dibidang produksi
industri tekstil. Tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar dan
hanya sebagian kecil memenuhi kebutuhan persediaan. Perusahaan menetapkan
kebijakan persediaan yang sangat minim untuk menjaga stabilitas keuangannya.
Perusahaan menghasilkan beberapa
jenis kain dengan bahan sadar dan merk yang berbeda. Bahan baku sebagian masih
merupakan bahan impor terutama yang tidak tersdia cukup dalam negeri.
Sebanyak 60% dari produk yang
dihasilkan terutama yang berbahan dasar sutra adalah untuk tujuan ekspor yang
merupakan produk pesanan dengan waktu pengiriman rata-rata 7 hari dari pesanan
diterima dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Perusahaan menggunakan mesin
otomatis berteknologi tinggi dengan kapasitas produksi 300.000 meter per hari
untuk kain dengan bahan dasar sutra dan 4.750 meter kain yang tidak berbahan
dasar sutra. Dari kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan beroperasi
sebesar 85% dari kapasitas penuh.Produksi disusun berdasarkan batch-batch yang
lebih mengutamakan optimalisasi pengolahan bahan yang tersedia.
Susunan direksi perusahaan adalah sebagai berikut:
Direktur Utama : Ny. Shri
Utami
Direktur Akuntansi dan Keuangan : Ny. Trini Ray
Direktur Pemasaran :
Tn. Hendro Sukantja
Sedangkan tujuan dilakukannya audit
adalah untuk:
1.
Menilai kinerja proses produksi dan
operasi dalam menghasilkan barang pesanan.
2.
Menilai ekoniomisasi, efisiensi, dan
efektivitas proses produksi dan operasi.
3.
Memberikan berbagai saran dan
perbaikan atas kelemahan dalam keterlambatan pengiriman barang pesanan kepada
pelanggan.
Bab II
Kesimpulan Audit
Berdasarkan temuan (bukti) yang kami
peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai
berikut:
Kondisi:
1.
Perencanaan kebutuhan bahan baku
perusahaan (terutama untuk produk berbahan dasar sutra yang masih diimpor)
sering tidak tepat, sehinggan kedatangan bahan baku sering terlambat. Dari
catatan penerimaan bahan baku 2006 rata-rata terjadi kekurangan bahan baku
sebanyak 15% dari kebutuhan produksi, sehingga proses produksi hanya mampu
mencapai kuantitas 90% dari produk yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan
pelanggan sesuai jadwal pengiriman yang ditetapkan.
2.
Karena proses produksi harus terus
berjalan, supervisor memerintahkan untuk memproduksi terlebih dahulu produk
yang bahan bakunya tersedia di lokasi pabrik, walaupun belum waktunya diproses,
yang menyebabkan terjadinya penumpukan persediaan rata-rata sampai 15% untuk
produk nonsutra.
3.
Jadwal pemeliharaan mesin tidak
selalu tepat dengan jadwal penggunaannya, sehingga pada saat beberapa komponen
mesin dibutuhkan sering belum siap karena masih diperbaiki, yang berakibat
terjadinya waktu tunggu rata-rata 1 jam setiap hari.
4.
Jadwal produksi tidak disesuaikan
dengan terjadinya pemesanan dari pelanggan yang sifatnya mendadak, sehingga
belum termasuk dalam jadwal produksi yang telah ditetapkan, yang menyebabkan
tertundanya pengiriman barang yang terjadwal rata-rata 2 hari untuk setiap
pesanan.
5.
Jadwal penerimaan bahan baku dan
perbaikan fasilitas produksi tidak disesuaikan dengan terjadinya perubahan
pesanan dari pelanggan, yang menyebabkan terhambatnya proses produksi rata-rata
18 jam dalam seminggu.
Kriteria:
1.
Jadwal produksi disusun berdasarkan
rencana penjualan, yang secara ketat menghubungkan rencana pengiriman barang
dengan jadwal produksi setiap jenis produk.
2.
Jadwal produksi harus mampu
meminimumkan:
a)
Biaya persediaan, dimana persediaan
maksimum 5% dari produksi setiap bulan untuk setiap jenis barang;
b)
Biaya penyetelan (setup) mesin;
c)
Upah lembur, dan
d)
Pengangguran sumber daya.
3.
Jadwal produksi harus terintegrasi
dengan:
a)
Jadwal penerimaan bahan baku; bahan
baku sudah tersedia dan siap dilokasi pabrik 6 jam sebelum proses produksi
dimulai.
b)
Pemeliharaan fasilitas produksi;
mesin selalu dalam keadaan siap untuk dioperasikan.
c)
Pengiriman barang; barang jadi
dikirim paling lambat 7 hari kerja sejak pesanan diterima.
4.
Jadwal produksi harus mampu
mengoptimalkan tingkat penggunaan kapasitas produksi.
5.
Jadwal produksi harus selaras dengan
jadwal pada fungsi-fungsi yang lain.
6.
Perusahaan harus memiliki pedoman
tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya
tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak mengganggu rencana produksi
dan pengiriman yang telah terjadwal.
Penyebab:
1.
Beberapa kali terjadi keterlambatan
pemenuhan pesanan.
2.
Saat beberapa komponen mesin
dibutuhkan dalam proses produksi sering belum siap karena masih diperbaiki.
3.
Perusahaan tidak (belum) memiliki
pedoman tertulis sebagai dasar untuk melakukan perubahan jadwal produksi jika
terjadi tambahan (perubahan) permintaan dari pelanggan.
4.
Tidak ada mekanisme penyesuaian (cross check) program antara bagian
produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan fasilitas produksi untuk
mencegah terjadinya keterlambatan produksi.
Akibat:
1.
Laba menurun selama 2 tahun terakhir
secara signifikan.
2.
Pengiriman barang yang terjadwal
tertunda rata-rata 2 hari untuk setiap pesanan.
3.
Proses produksi terhambat rata-rata
18 jam dalam 1 minggu.
4.
Terjadi pembatalan pesanan dan
beberapa pelanggan dikawasan Timur Tengah menunda pembayaran sebagai jaminan
bahwa perusahaan akan memenuhi pesanan berikutnya.
5.
Proses produksi hanya mampu mencapai
kuantitas 90% dari produk yang dibutuhkan untuk memenuhi pesanan pelanggan
sesuai dengan jadwal pesanan yang telah ditetapkan.
6.
Pasar dalam negeri mengalami
penurunan sebesar 7,5% dari volume penjualan tahun lalu yang mencapai 525
miliar.
Pejabat yang
bertanggung jawab:
Direktur
Utama dan Manajer Produksi
Bab III
Rekomendasi
Hasil audit yang dilakukan menemukan
beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen dimasa yang akan
datang. Kelemahan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1.
Kelemahan yang terjadi pada
perubahan penjadwalan produksi yang tidak memiliki pedoman tertulis sebagai dasar
untuk melakukan perubahan jadwal jika ada tambahan (perubahan) pesanan dari
pelanggan.
2.
Kelemahan yang terjadi pada bagian
produksi, pembelian bahan baku, dan pemeliharaan fasilitas yang tidak melakukan
mekanisme penyesuaian program.
3.
Kelemahan yang terjadi pada jadwal
pemeliharaan mesin yang tidak selalu tepat dengan jadwal penggunaannya.
Atas keseluruhan kelemahan yang
terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang
bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Rekomendasi:
1.
Perusahaan harus memiliki pedoman
tertulis tentang perubahan jadwal produksi yang diakibatkan oleh adanya
tambahan (perubahan) pesanan pelanggan, agar tidak mengganggu rencana produksi
dan pengiriman yang telah terjadwal.
2.
Perusahaan harus membuat jadwal
produksi yang disusun berdasarkan rencana penjualan, yang secara ketat
menghubungkan rencana pengiriman barang dengan jadwal produksi setiap jenis
produk.
3.
Perusahaan harus membuat mekanisme
penyesuaian (cross check) program
antara bagian produksi, pembelian bahan baku dan pemeliharaan fasilitas
produksi untuk mencegah terjadinya keterlambatan produksi.
4.
Perusahaan harus membuat jadwal
pemeliharaan mesin yang tepat dengan jadwal penggunaannya.
Keputusan untuk melakukan perbaikan
atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini
tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk
pada Keterlambatan Produksi.
Bab IV
Ruang
Lingkup Audit
Sesuai dengan penugasan yang kami
terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah Keterlambatan Produksi
PT. Serat Sutra untuk periode tahun 2006/2007. Audit kami mencakup penilaian
atas kecukupan sistem pengendalian manajemen proses produksi, personalia yang
bertugas dalam proses produksi, dan aktivitas proses produksi yang dilaksanakan.
Ini adalah Bpk. Benjamin yang menghubungi rincian Email, lfdsloans@outlook.com. / lfdsloans@lemeridianfds.com Atau Whatsapp 1 989-394-3740 yang membantu saya dengan pinjaman 90.000,00 Euro untuk memulai bisnis saya dan saya sangat bersyukur, sangat sulit bagi saya di sini untuk mencoba membuat hal-hal sebagai ibu tunggal tidak mudah dengan saya tetapi dengan bantuan Le_Meridian memberikan senyum di wajah saya ketika saya melihat bisnis saya tumbuh lebih kuat dan berkembang juga. Saya tahu Anda mungkin terkejut mengapa saya meletakkan hal-hal seperti ini di sini tetapi saya benar-benar harus mengucapkan terima kasih jadi siapa pun yang mencari bantuan keuangan atau melalui kesulitan dengan bisnis yang ada atau ingin memulai proyek bisnis dapat melihat hal ini dan memiliki harapan untuk keluar dari kesulitan..Terima Kasih.
BalasHapus